Antara Dosa yang Telah Lalu & Ajal yang Masih Tersisa

  • 13 Oktober 2017
  • 468 views
Antara Dosa yang Telah Lalu & Ajal yang Masih Tersisa

Dikisahkan, bahwa suatu hari al Hasan al Bashri melewati sekelompok pemuda yang sedang tertawa terbahak-bahak, maka beliau bertanya, “Wahai anak saudaraku, apakah kalian pernah menyeberangi ash Shirath (jembatan Jahannam)? Para pemuda itu menjawab, “Belum.”

Beliau bertanya lagi, “Apakah kalian tahu ke surga ataukah ke neraka kalian akan dimasukkan?”

Mereka menjawab, “Tidak.“

Kemudian beliau berkata, “Lalu untuk apakah tawamu yang demikian itu?” Semoga Allah memberi maaf kepada kalian semua.

Dan ketika beliau menjelang wafat beliau menangis seraya mengatakan, “Jiwa yang lemah, sedang urusan sangat dahsyat dan besar, sesungguhnya kita adalah milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kita akan kembali.”

Al-Hasan juga pernah mengatakan, “Orang Mukmin itu menjadi bersedih, dan dia dinamakan sebagai orang yang bersedih. Dia tidak bisa selain itu, karena dia berada di antara dua ketakutan: Antara dosa yang telah lalu, (yang tidak dia ketahui apa yang Allah perbuat terhadapnya), dengan ajal yang masih tersisa, yang tidak dia ketahui kebinasaan-kebinasaan apakah yang akan menimpanya.”

Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah menggambarkan kehidupan seorang mukmin di dunia ini dengan ungkapannya, “Seorang mukmin di dunia berada dalam keadaan cemas dan sedih…. yang ada dalam benaknya hanyalah bekal di perjalanan. Siapa saja yang berada di dunia dengan hati seperti itu, maka tidak ada yang menyibukkannya kecuali menyiapkan diri dengan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya ketika kembali ke negeri asalnya. Dia tidak akan pernah ingin berlomba dengan penduduk asli yang asing baginya dalam mendapatkan kedudukan (kemuliaan), tidak pula merasa takut dengan kedudukan yang rendah di hadapan mereka.”

 sumber
Ditulis oleh: admin