Apa Pendapat Kibar Ulama Saudi Tentang Wanita Menyetir Mobil?

  • 15 Oktober 2017
  • 799 views
Apa Pendapat Kibar Ulama Saudi Tentang Wanita Menyetir Mobil?

Pasca keluarnya keputusan Raja Salman (al-amr al-Malikiy) yang membolehkan wanita di Arab Saudi mengemudi pada akhir bulan lalu, muncul perbincangan hangat di ranah publik antara yang pro dan kontra. Media arabnews di edisi cetak dan online-nya hari ini pun merilis hasil survey tentang berapa persen keterpihakan wanita di Saudi yang mendukung keputusan raja tersebut, sekaligus mobil jenis apa yang diinginkan wanita Saudi untuk dimiliki dan dikendarai.

Beberapa pihak pun beranggapan bahwa keputusan tersebut bertolak belakang dengan syariát Islam yang selama dijadikan dasar negara Arab Saudi. Berikut penjelasan Syaikh Dr Sa’ad Nashir Syistry, salah satu anggota Kibarul Ulama’ dan Penasehat Kerajaan Arab Saudi menanggapi keputusan dibolehkan wanita di Arab Saudi mengemudi.

Sebelumnya saya ingin mengingatkan dengan karunia Allah kepada kita yang telah menjadikan kita sebagai ahli agama (Islam) yang lurus ini dan syariatNya yang membawa kemaslahatan untuk manusia. Kita juga bersyukur negara ini, Kerajaan Arab Saudi, menjadikan Islam sebagai manhajnya dan berjalan diatas kitabullah dan sunnah RasulNya sebagaimana tertulis dalam undang-undang dasarnya. Jika memang masih ada kekurangan/kesalahan maka itu memungkinkan untuk diobati/diluruskan. 

Tentang aturan izin wanita menyetir, sebelumnya telah diadakan diskusi antara para ulama’ dan pemerintah untuk melihat hukumnya dari sisi syariat. Pendapat mayoritas mengatakan bahwasanya secara asal hukumnya adalah diperbolehkan, tetapi di sana ada keburukan-keburukan yang bisa ditimbulkan. Pemerintah telah menjelaskan sisi-sisi positif dan juga negatif jika aturan tersebut diberlakukan serta menjelaskan beberapa realitas yang ada. Pemerintah juga berjanji untuk membuat aturan dan prosedur untuk meminimalisir keburukan atau sisi negatif yang ada. Kita doakan semoga Allah memberi taufik. (Diterjemahkan secara ringkas oleh Abu Zakariya Sutrisno).

Ditulis oleh: admin

Konten Terkait