Sikap Ulama Ketika Keliru

  • admin
  • 31 Oktober 2017
  • 97 Views
Sikap Ulama Ketika Keliru

Syaikh ‘Ali Ath Thanthawi rahimahullahu berkata:

“Adapun pertanyaan Anda soal kenapa aku mencukur jenggot, maka demi Allah aku tidak akan mengoleksi buruknya perbuatan sekaligus buruknya perkataan di dalam diriku. Aku tidak akan menutupi kebenaran hanya karena aku sendiri menyelisihinya, dan aku tidak akan berdusta atas nama Allah dan juga manusia.

Aku mengakui bahwa diriku bersalah dalam masalah ini, dan aku berusaha terus menerus untuk meninggalkan kesalahan ini. Akan tetapi hawa nafsu mengalahkanku, dan juga karena kuatnya kebiasaan masyarakat dalam mencukur jenggot. Aku memohon kepada Allah agar Dia menolongku untuk bisa memelihara jenggot. Dan berdoalah kepada Allah karena doa seorang mukmin kepada mukmin lainnya dalam kesendirian, tidak akan tertolak, insyaAllah.” [Ma’an Naas, hal 131]

Dari kutipan di atas, pesan moral yang dapat dipetik adalah “lebih baik mengaku keliru dan tidak mampu daripada banyak mencari-cari pembenaran.”

* Keluarga Syaikh ‘Ali Ath Thanthawi rahimahullahu berasal dari Mesir, namun beliau lahir dan besar di Damaskus, Suriah. Di akhir hayatnya tinggal di Arab Saudi, pernah mengajar di Ummul Qura, dan juga mengajar di Masjid Al Haram, Makkah.

Sumber: Ristiyan Ragil Putradianto

Tema Terkait