Penduduk Bahrain Murtad

  • 15 November 2017
  • 791 views
Penduduk Bahrain Murtad

Penduduk Bahrain keluar dari agama Islam, dan mereka mengangkat al-Mundzir bin Nu’man sebagai raja. Salah seorang dari mereka memprovokasi: “jika Muhammad benar-benar seorang Nabi, seharusnya dia tidak mati!” Tidak satupun yang tetap menjaga agama Islamnya, kecuali orang-orang yang tinggal di desa Juwatsa, sebuah desa yang pertama kali didirikan sholat Jum’at.

Oleh karenanya, orang-orang murtad tersebut mengepung dan memblokade penduduk Juwatsa, sehingga terjadi wabah kelaparan yang sangat mengerikan. Tetapi penduduk di desa tersebut tetap istiqomah dengan agamanya, apalagi saat seorang yang bernama al-Jarud bin al-Mualla berseru: “Tahukah kalian bahwa Allah memiliki nabi-nabi sebelum Muhammad?” Bani ‘Abdul Qais, penduduk desa Juwatsa menjawabnya dengan penuh keyakinan: “ya, kami benar-benar mengetahuinya.” Dia kembali bertanya: “Lalu, apa yang terjadi dengan mereka?” Kemudian dijawab oleh semua penduduk: “Mereka semua telah wafat.”

Setelah itu, semakin mantaplah keteguhan mereka dalam memeluk Islam, sementara mayoritas penduduk Bahrain telah murtad pasca kematian nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Akhirnya, seluruh murtaddin di Bahrain berhasil dibasmi kecuali sedikit saja yang melarikan diri, setelah khalifah Abu Bakr radhiyallahu’anhu mengutus al-‘Ala bin al-Hadrami utk menyelesaikan permasalahan di Bahrain tersebut.

Kejadian di atas merupakan sepenggal fakta sejarah yang pernah terjadi di tahun 11 H, di masa kekhalifan Abu Bakr radhiyallah’anhu, dan terekam dalam kitab-kitab sejarah ulama, seperti dlm kitab “Taarikh Thabari” dan “Bidayah wan Nihayah” karya Ibnu Katsir.

Benarlah bahwa agama Islam ini bukan agama buatan manusia. Karena jika pencipta agama ini meninggal, matilah agama itu juga. Jikapun masih tersisa, maka terjadilah tahrif (perubahan), pengurangan, penambahan dan penyelewengan ajarannya, sebagaimana kita saksikan di agama-agama selain Islam pada hari ini.

Lantas, atas dasar apa kita tidak bersyukur atas nikmat Islam dan iman ini? Semoga Allah menetapkan Islam sebagai agama selama hidup dan mematikan kita dalam keadaan beriman, aamiin.

Ditulis oleh: admin

Konten Terkait