Harga Bensin di Arab Saudi Tidak Standar

  • 18 November 2017
  • 922 views
Harga Bensin di Arab Saudi Tidak Standar

Jika Anda penggemar traveling, hobi melakukan perjalanan jauh dengan kendaraan darat di dalam negeri Arab Saudi, maka informasi di bawah ini layak diketahui agar tidak panik dan protes.

Jalan Tol Gratis
Ratusan kilometer yang terbentang dari timur ke barat, selatan ke utara Arab Saudi, sampai hari ini tidak sereyalpun dipungut alias gratis.

Dengan kualitas aspal mulus dan rambu-rambu lalu lintas yang lengkap sepanjang jalan, membuat perjalanan terasa aman dan nyaman.

Pengingat Dzikir dan Shalawat
Papan pengingat untuk selalu berdzikir kepada Allah atau ajakan shalawat kepada Nabi Muhammad, banyak terpampang di sepanjang jalan antar kota.

Yang menarik juga, tidak sedikit tampak mobil yang berhenti di pinggir jalan dan pengendaranya mendirikan shalat.

Tampaknya mereka paham, untuk mencapai masjid membutuhkan waktu dan perjalanan panjang, sementara harus shalat dikerjakan di awal waktu.

Harga Bensin Tidak Sama
Di beberapa wilayah terpencil di perjalanan yang membelah gurun pasir di wilayah Arab Saudi, harga bensin tidak standar.

Seperti di sepanjang rute 40, jalur tercepat yang menghubungkan Wilayah Timur dan Barat Saudi tersebut, harga bensin yang tidak sama.

Seperti di Dhalm dan Al-Humiyat, harga lebih mahal mulai 0,02 – 0,04 hilalah/liter dari harga standar yang ditetapkan Saudi Aramco.

Di desa Ruwaidah, sekira 2,5 jam perjalanan dari Riyadh, petugas stasiun pengisi bahan bakar menaikkan hingga 0,06 riyal/liter. 

Harga tersebut bukan karena penjualnya ingin untung lebih, tetapi resmi tercantum di daftar harga mesin pengisi bensin.

Alasannya, lokasi jauh membutuhkan biaya distribusi BBM yang lebih dari perkotaan.

Hal serupa terjadi juga di wilayah utara Saudi, seperti Ula atau jalan tol yang menghubungkan Madinah-Buraydah-Ghasim-Riyadh. BBM lebih mahal dari harga resmi Saudi Aramco.

Lampu Penerang Jalan
Meskipun di jalanan kota-kota Arab Saudi lampu bertaburan cahaya, tetapi di beberapa ruas jalan terpencil, yang menghubungkan antar kota dan provinsi, belum dipasangi tiang lampu.

Akibatnya, di malam hari, lampu mobil yang melintas menjadi andalan.

Beruntung rambu-rambu lalu lintas cukup jelas di sepanjang jalan, sehingga dapat menjadi petunjuk jelas ketika ada belokan tajam atau jalan naik dan turun.

Pilih Rest Area yang Layak
Rest area biasa didapati sepanjang perjalanan antar kota di Arab Saudi. Biasanya terintegrasi dengan staisun pengisin bensin, ATM, restoran dan fasilitas lainnya.

Hanya saja beberapa tempat peristirahatan yang dibangun swasta tersebut, tidka terawat dan sebagian telah tidak layak pakai, terutama fasilitas toilet.

Tetapi Anda tidak perlu kecewa, perusahaan seperti SASCO, Wael, Orange dan lainnya kini banyak membuka rest area di beberapa ruas jalan antar provinsi di Saudi, menyediakan fasilitas modern dan bersih.

Meskipun, jarak antar rest area hingga 80 – 100 km dan belum menjangkau seluruh highway yang membentang ratusan kilometer di seluruh wilayah Saudi, yang mayoritas di tengah gurun pasir dan pegunungan batu.[]

“Saher” Mengintai Pengebut
“Saher” adalah kamera pemantau pelanggar batas maksimal kecepatan yang dizinkan.

Di tengah jalan lurus tanpa hambatan, Direktorat Lalu Lintas Saudi (Moror) mengizinkan maksimal kendaraan dipacu hingga 140 km/jam. Sebagian lainnya hanya dibatas hingga 120 km/jam.

Antara kendaraan pribadi, bus dan truk, masing-masing memiliki aturan berbeda. Bus dan truk rata-rata diberi izin maksimal memacu kecepatan hingga 100 km/jam di highway antar kota dan provinsi.

Pihak Moror telah memperbanyak penempatan kamera ini di beberapa lokasi jalan yang kadang luput diperhatikan pengemudi. Sekali pelanggaran, sanksinya minimal 150 reyal hingga 800 reyal, dilipatkan dendanya sesuai dengan kelebihan kecepatan dari batas yang diizinkan.

Sinyal radio berubah.
Pendengar radio Idzaatul Quranil Karim, harus merubah frekuensi radionya ketika masuk ke provinsi yang berbeda.

Sebagai contoh di Wilayah Timur, radio yang memutar murotal quran dan dakwah Islam tersebut dapat dijangkau dengan 90.00 FM.

Memasuki provinsi Riyadh, harus dicari frekuensi yang berbeda untuk stasiun yang sama.

Begitu pula saat memasuki Provinsi Makkah dan wilayah lainnya di Arab Saudi.

(berdasarkan pengalaman pribadi penulis, Abu Fakhri, bisa jadi dalam waktu yang berbeda menjadi berubah)

Ditulis oleh: admin

Konten Terkait