Abdullah: Hidup Penuh Makna

  • 20 November 2017
  • 801 views
Abdullah: Hidup Penuh Makna

Orang Barat berprinsip “time is money” (waktu adalah uang). Tetapi seorang hamba Allah (abdullah) yang beriman, gaya hidupnya selalu berorientasi untuk kehidupan setelah dunia.

Dan, bagi abdullah, tidak ada yang sia-sia dalam setiap detik nafas kecuali berharap ajr (pahala) dari Allah.

Bayangkan, ketika bangun tidur bersyukur kepada Penciptanya, Alhamdullillahilladzi ahyaanaa bada maa amaatanaa wa ilaihin nushur (Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan). – HR. Bukhari no. 6325.

Setelah itu, masuk kamar mandi, berdoa kepada Allah: Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khobaits” (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan) – HR. Bukhari no. 142 dan Muslim no. 375.

Dan seterusnya, selama hidup siang dan malam hari, lisan seorang hamba memang semestinya dibasahi dengan dzikir dan berdoa kepada Allah.

Melihat sesuatu yang menakjubkan (dalam masalah harta), maka berucap: maa syaa Allah, laa quwwata illa billah” (semua atas kehendak Allah, tidak ada daya kecuali atas kehendak Allah) – lihat surah al-Kahfi ayat 39.

Jika terjadi musibah atau mendengar orang meninggal, maka mengatakan kalimat istirja: “inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” (sesungguhnya kita milik Allah dan sesungguhnya kita akan kembali kepadaNya).

Dan seterusnya, apapun kegiatannya, hidupnya penuh makna. Indah bukan hidup sebagai abdullah? Selalu merasa ada Allah sebagai tempat bergantung dan bersandar. Bedakan dengan gaya hidup orang tidak beriman, hidupnya kering gersang, hendonis melupakan hakekat kehidupan yang kekal setelah kematian di dunia.

Allahu ‘alam bish showwab.

Ditulis oleh: admin

Konten Terkait