Menlu Arab Saudi Terkait Kasus Korupsi: 208 Orang Ditangkap, 100 Milyar Dollar Kembali ke Kas Negara

Menlu Arab Saudi Terkait Kasus Korupsi: 208 Orang Ditangkap, 100 Milyar Dollar Kembali ke Kas Negara

Menteri luar negeri Arab Saudi, Adel Jubaer, menegaskan bahwa tidak ada yang kebal terhadap hukum yang ditegakkan di negara ini (Saudi –red), merujuk kepada penangkapan pejabat tinggi, dari pangeran hingga menteri terkait skandal korupsi.

Pernyataan Jubaer tersebut beberapa diulang dalam wawancaranya dengan pelbagai media lokal maupun internasional.

“Ini akan meningkatkan kepercayaan investor di Arab Saudi, menunjukkan bahwa kita menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap korupsi, sebagaimana kita menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap terorisme, ekstremisme, pendanaan teror,” kata Adel Al-Jubeir saat diwanwacari CNBC pada hari Kamis pekan lalu.

Tentang target pemberantasan korupsi di Saudi, Jubaer menambahkan, “Putra mahkota Muhammad bin Salman telah menegaskan bahwa tidak ada satupun, baik itu pangeran, menteri atau pejabat tinggi yang kebal penegakkan hukum.”

Komitmen ini sebagaimana telah dilakukan penangkapan terhadap 50 orang dari kalangan menteri, pejabat tinggi, dan pangeran keluarga kerajaan Arab Saudi, yang sedang menjabat atau yang telah pensiun.

Mereka yang dicopot dari jabatannya tersangkut pasal korupsi (fasad), tuduhan pencucian uang (money laundering), kolusi, manipulasi proyek, dan merekomendasi proyek yang melanggar hukum.

Di antaranya 11 pangeran dan empat menteri yang sedang menjabat saat ini, serta puluhan eks menteri dan pengusaha kelas kakap Saudi masuk dalam daftar pembersihan skandal korupsi yang belum pernah ada dalam sejarah Arab Saudi.

Dalam video terakhir wawancara dengan media Timur Tengah, Jubaer mengatakan sejauh ini telah 208 orang ditangkap, 100 milyar dollar berhasil kembali ke kas negara dan 7 orang dilepas kembali karena tidak terbukti bersalah.

Dia juga mengatakan bahwa investigasi kepada yang dituduh melakukan korupsi dan penyelewengan lain yang merugikan negara, telah berlangsung lebih dari 2 tahun.

Berikut video wawancara terakhir Adel Jubaer dengan media lokal Timur Tengah.

Ditulis oleh: admin