Putra Mahkota Saudi Bicara Tentang Pemberantasan Korupsi, Islam, Hak-hak Perempuan dan “Hitler Baru”

  • 24 November 2017
  • 521 views
Putra Mahkota Saudi Bicara Tentang Pemberantasan Korupsi, Islam, Hak-hak Perempuan dan “Hitler Baru”

Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman, menjuluki pimpinan tertinggi Iran sebagai “Hitler Baru di Timur Tengah.”

Dalam sebuah wawancara dengan New York Times yang diterbitkan hari Kamis (23/11), Muhammad bin Salman, yang juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan, menganggap bahwa ekspansi negara Iran dibawah kekuasaan Ayatollah Ali Khamenei perlu diketengahkan.

“Akan tetapi kami belajar tentang konsesi (appeasement) yang pernah dilakukan Eropa tidak pernah berhasil. Kami tidak mengharapkan adanya Hitler baru di Iran yang tragedi di Eropa terulang di Timur Tengah.” sebagaimana yang dikutip NYT.

Berikut beberapa respon Muhammad bin Salman menanggapi beberapa isu di negerinya:

— Kampanye Anti Korupsi

“Ini menggelikan,” katanya, tentang tuduhan kampanye anti korupsi dianggap sebagai perebutan kekuasaan. Dia menunjukkan bahwa banyak kelompok di Ritz yang terkemuka secara terbuka telah berjanji setia kepadanya dan mendukung reformasi yang dilakukan. Serta mayoritas keluarga kerajaan telah siap berada di belakangnya, sebagaimana yang dikutip dalam artikel New York Times.

“Negara kami telah merasakan banyak penderitaan dengan korupsi, sejak era 80an hingga hari ini. Para ahli kami menghitung kira-kira 10 persen dari seluruh pengeluaran pemerintah dikorup setiap tahun, dari tingkat atas hingga ke bawah. Selama bertahun-tahun pemerintah mendeklarasikan lebih dari sekali untuk ‘perang melawan korupsi’ dan semuanya gagal. Kenapa? Karena mereka semua berawal dari bawah ke atas,” Jelas Muhammad bin Salman sebagaimana yang dikutip.

“Kami tunjukkan mereka semua arsip yang kami miliki dan segera setelah mereka melihatnya, sekitar 95 persen menyetujui untuk diselesaikan.” Ini berarti mereka bersedia menandatangi untuk pengembalian dana secara tunai atau dari saham bisnis mereka ke kas negara. Menurutnya, jaksa penuntut umum memperkirakan akan dapat mengembalikan uang sebesar 100 miliyar dollar ke kas negara.

— Konflik Yaman

Muhammad bin Salman memastikan bahwa perang yang didukung Saudi di Yaman sebagai dukungan kepada pemerintah yang sah dari pemberontak Houtsi, menurutnya saat ini telah berhasil menguasai 85 persen wilayah Yaman.

Lebih lanjut, dia memastikan bahwa telah terbukti pemberontak Houtsi di Yaman didukung Iran, setelah mereka mencoba menyerang dengan meluncurkan roket ke airport di Riyadh.

— Hak-hak Perempuan

Sebagaimana yang dimuat artikel NYT, Muhammad bin Salman mengatakan: “Jangan kamu tulis bahwa kami sedang “menginterpretasikan” Islam, tetapi kami sedang melakukan “restorasi” Islam ke aslinya, dan sumber utama kami adalah praktek Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kehidupan Arab Saudi sebelum 1979.”

— Donald Trump

Dirinya memuji Presiden Trum sebagai “orang yang tepat di saat yang tepat,” sambil menambahkan bahwa dukungannya kepada Arab Saudi dan sekutunya secara bertahap membangun kekuatan melawan Iran. saudigazzete, NYT, Reuters, akhbaar24

Ditulis oleh: admin

Konten Terkait