Kita Melihatnya Seperti Gunung Atau Seekor Lalat?

Kita Melihatnya Seperti Gunung Atau Seekor Lalat?

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: 

“Sesungguhnya seorang Mukmin itu melihat dosa-dosanya seolah-olah dia berada di kaki sebuah gunung, dia khawatir gunung itu akan menimpanya. Sebaliknya, orang yang durhaka melihat dosa-dosanya seperti seekor lalat yang hinggap di atas hidungnya, dia mengusirnya dengan tangannya, maka lalat itu terbang.” (HR. at-Tirmidzi dan dishahihkan oleh syaikh al-Albani rahimahullah)

Ibnu Abi Jamrah rahimahullah berkata: Sebabnya adalah, karena hati seorang Mukmin itu diberi cahaya. Apabila dia melihat pada dirinya ada sesuatu yang menyelisihi hatinya yang diberi cahaya, maka hal itu menjadi berat baginya.

Hikmah perumpamaan seekor lalat dengan gunung yaitu apabila musibah yang menimpa manusia itu selain runtuhnya gunung, maka masih ada kemungkinan mereka selamat dari musibah-musibah itu. Lain halnya dengan gunung, jika gunung runtuh dan menimpa seseorang, umumnya dia tidak akan selamat.

Kesimpulannya bahwa rasa takut seorang Mukmin (kepada siksa Allah Ta’ala) itu mendominasinya, karena kekuatan imannya menyebabkan dia tidak merasa aman dari hukuman itu.

Inilah keadaan seorang Mukmin, dia selalu takut (kepada siksa Allah) dan bermuraqabah (mengawasi Allah). Dia menganggap kecil amal shalihnya dan khawatir terhadap amal buruknya yang kecil. (Tuhfatul Ahwadzi)

Semoga Allah melembutkan hati kita dan memandang perbuatan dosa layaknya memandang gambar diatas (gunung). Aamiin

Sumber: abuhummadfakhri

Ditulis oleh: admin