Awwad: Iran Telah Melembagakan Terorisme

Awwad: Iran Telah Melembagakan Terorisme

Menteri Kebudayaan dan Informasi Arab Saudi, Dr. Awwad Al-Awwad, menuding bahwa Iran telah berperan melembagakan terorisme dalam semua manifestasinya. Pernyataan keras ini disampaikannya pada Selasa (11/28) di Kairo.

“Iran, telah secara konsisten mencoba mempolitisasi dan memperburuk nama Islam.” tambahnya. Dia juga mengatakan bahwa Iran mengancam dan meneror mereka yang menentang ideologinya.

Al-Awwad menekankan bahwa Iran berperan dalam destabilisasi geopolitik wilayah Timur Tengah. Dia mengatakan bahwa revolusi Iran ditularkan untuk mengguncang keamanan dan stabilitas wilayah Arab, juga mempengaruhi jutaan masyarakat Arab.

Menteri tersebut memperingatkan media Arab agar tidak tertipu dengan pengaruh Iran sehingga merubah pola pikir orang-orang Arab.

Al-Awwad juga menyinggung bahwa Iran selalu menggunakan isu Palestina untuk kepentingan politiknya sendiri.

“Orang-orang Arab,” katanya, “Menganggap Palestina bagian dari milik Arab dan selalu berusaha mengupayakan solusi damai.”

“Adalah tanggung jawab media Arab untuk menginformasikan fakta ke dunia, sampai rakyat Palestina dapat merebut negara mereka kembali,” katanya.

Pada kesempatan lawatannya di Kairo, Al-Awwad juga mengutuk serangan di masjid Al-Rawda Sinai. Al-Awwad mengatakan bahwa diperlukan usaha bersama-sama untuk mengambil tindakan terhadap media yang mempromosikan ujaran yang menimbulkan kebencian dan kekerasan.

Mengutip pidato Muhammad bin Salman, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Arab Saudi, pada pertemuan Menteri Pertahanan Koalisi Militer Islam Anti Terorisme (IMCTC) di Riyadh hari Ahad lalu, bahwa bahaya terbesar terorisme adalah distorsi terhadap agama Islam.

Al-Awwad mengatakan perang melawan terorisme harus dilakukan di berbagai level, di antara yang terpenting adalah bidang infomasi, karena beberapa media turut mensponsori kelompok teroris.

“Kami memiliki tantangan besar untuk mengembangkan media karena ada hubungan yang mendalam antara media massa dan politik, ekonomi dan keamanan,” katanya.

“Kita harus mendiagnosis penyakit yang mempengaruhi media Arab dan menemukan solusi sehingga dapat menjalankan perannya dalam menekankan nilai kehidupan, menanamkan harapan tentang masa depan yang menjanjikan dan melawan ujaran kebencian,” tambahnya.[sg]

Ditulis oleh: admin