Saudi Ingatkan Amerika Terkait Rencana Pemindahan Ibukota Israel ke Yerusalem

Saudi Ingatkan Amerika Terkait Rencana Pemindahan Ibukota Israel ke Yerusalem

Kantor Berita Arab Saudi (SPA) menyampaikan bahwa “Arab Saudi sangat prihatin dan menaruh perhatian yang mendalam atas laporan bahwa pemerintah AS bermaksud mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan memindahkan kedutaannya ke Yerusalem,” dengan mengutip dari sumber kementerian Luar Negeri Arab Saudi.

Pernyataan sikap tersebut dirilis pada hari Selasa (5/12), setelah mendapatkan laporan kemungkinan rencana AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Arab Saudi juga mengingatkan bahwa tindakan tersebut dapat berdampak serius pada konflik Palestina-Israel.

“Langkah ini akan memiliki implikasi serius dan akan semakin memperumit konflik Palestina-Israel. Ini juga akan menghambat upaya berkelanjutan untuk menghidupkan kembali proses perdamaian.” tulis SPA.

Di Amerika, presiden Donald Trump minggu ini dihadapkan dengan sebuah keputusan penting mengenai status Yerusalem, yang berpotensi mengulang kebijakan AS pada tahun-tahun sebelumnya dan memicu kemarahan dari rakyat Palestina dan dunia Arab.

Status Yerusalem merupakan salah satu isu yang paling hangat diperdebatkan sebagai bagian dari konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung lama.

Menghadapi respon yang keras dan langkah yang keliru dalam sejarah, Trump pada hari Senin (4/12) telah menunda sebuah keputusan untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan memindahkan kedutaan AS di sana.

Setelah mendapat berbagai peringatan dari sekutu Amerika dan para pemimpin dunia, Gedung Putih mengatakan bahwa Trump telah menunda keputusan untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv.

Saat ini Trump belum membuat keputusan akhir, namun diperkirakan tidak akan segera memindahkan kedutaan ke Yerusalem. AN

Ditulis oleh: admin