Bagaimana Umar bin Al Khathab Membebaskan Quds?

  • 15 Desember 2017
  • 364 views
Bagaimana Umar bin Al Khathab Membebaskan Quds?

Tahukah Anda bahwa hanya dalam rentang waktu 15 tahun sejak Rasulullah shalaAllahu Alaihi wasallam berhijrah ke Madinah, yaitu setelah berdirinya negara yang dibangun Rasulullah shalaAllahu Alaihi wasallam, Masjidil Al Aqsha dibebaskan Umar bin Al Khathab? (al bidayah wa an nihayah 4/53).

Inilah pentingnya menanamkan Tauhid yang benar kepada umat. Ketika tauhid telah berakar di hati, maka segala kesyirikan akan segera musnah.

Jika Sunnah telah berakar di hati, maka segala perbuatan baru dalam agama akan segera musnah. inilah pemurnian agama yang digencarkan ulama dari masa ke masa.

Memang dengan semakin jauhnya zaman kita dengan zaman nubuwah, maka semakin jauh umat ini dari petunjuk Rasulullah shalaAllahu Alaihi wasallam. Ketika umat ini semakin jauh, maka mereka rentan untuk berbuat maksiat lantaran sedikitnya ulama yang benar benar mengamalkan agama.

Walhasil, persatuan” tidak bisa dengan mudah dicapai, karena masing masing dari umat ini punya kelompok yang misi dan visinya berbeda-beda. Yang satu ingin “kursi panas” dengan menjual agama, walhasil ia sukses karena jualan agama, itulah yang paling laris.

Di tempat saya ada marbot mesjid yang garang, ia pernah berseteru dengan Timses yang memaksa mengadakan kajian sambil bawa embel-embel kampanye dengan membawa Ustadz bayaran. Padahal pak marbot ini orang awam namun tidak suka politik dikaitkan dengan masjid.

Ketika musim Pemilu, mendadak masjid penuh dengan stiker yang menampilkan gambar makhluk bernyawa. Susah juga dihilangkan dan meninggalkan bekas hitam dan kumuh.

Adalagi kelompok yang mengharuskan pengikutnya bayar uang iuran tinggi dengan alasan ini adalah haknya amir dan demi kemaslahatan kelompoknya.

Ada kelompok yang membuat ajaran baru, yaitu dengan menari-nari di masjid hingga kesurupan, lalu dianggap orang itu kemasukan malaikat.

Ada kelompok yang ini dan itu. Masing masing mengkultuskan gurunya dari orang lain. Walhasil, mereka saling melempar tuduhan, saling merasa paling hebat dan benar, bahkan ada yang sampai diperalat musuh karena memang asalnya tidak ikhlas.

Inilah gejala keruntuhan umat, tidak ada cara lain kecuali dengan kembali ke petunjuk Rasulullah shalaAllahu Alaihi wasallam. Walaupun nanti semua kelompok ini akan memusuhi dai-dai sunnah.

Lihatlah di sekitar rumah anda, hampir hampir Masjid kosong dari jamaah shalat apalagi kajian kajian agama. Anak-anak kecil sudah tidak lagi ke masjid untuk belajar TPA. Munculnya generasi muda yang buta Al Quran.

Tersebarnya pacaran bahkan kehamilan di luar nikah. Semakin hari semakin panas.

Tapi ketika masalah Palestina, mereka yang paling keras permusuhannya di lisannya saja. Memaki-maki Amerika, sumpah serapah Yahudi, tapi akhlaknya sama saja seperti mereka.

Pernah saya lihat di Face Book begitu benci dengan Arab saudi, bahkan memaki maki Saudi dan menuduhnya antek Amerika. Kemudian saya cek FB-nya ternyata seorang Syawadz (pecinta sesama jenis).

Adalagi yang memaki maki Amerika, tapi di FBnya dia yang paling update berita pemain bola Kafir bahkan gambar profilnya juga.

Adalagi yang gemar memaki Yahudi tapi di FBnya baru saja membagikan Trailer Film Holywood terbaru. Jadinya serba salah.

Apakah dia ini bersemangat bela agama atau hanya amarah fanatik tanpa ilmu? Nah, inah PR kami jika pulang ke Tanah Air.

Kami berusaha menyebarkan pemurnian agama agar kembali sesuai petunjuk Rasulullah shalaAllahu alaihi wasallam.

Yaitu dengan mengajarkan tauhid dan melarang syirik. Serta mengajarkan sunnah dan melarang perbuatan muhdats, perbuatan baru dalam agama meski sudah menjadi tradisi manusia. Tentunya dengan cara lembut dan hikmah jauh dari sikap radikal atau liberal.

….

admin suara madinah

Ditulis oleh: admin

Konten Terkait