Peraturan Visa Turis ke Arab Saudi Dalam Pengajuan Untuk Disetujui

  • 2 April 2018
  • 549 views
Peraturan Visa Turis ke Arab Saudi Dalam Pengajuan Untuk Disetujui

Komisi Saudi untuk Pariwisata dan Cagar Budaya Nasional (SCTNH) menyampaikan bahwa regulasi untuk visa turis telah selesai disusun dan diserahkan kepada otoritas yang lebih tinggi untuk mendapat persetujuan, jelas SCTNH yang dikutip oleh Pusat Komunikasi Internasional (CIC) pada hari Ahad (3/4).

Dalam pernyataanya, Komisi Saudi untuk Pariwisata dan Cagar Budaya Nasional (SCTNH) bekerja sama dengan kementerian urusan dalam dan luar negeri untuk menyelesaikan peraturan visa turis tersebut.

Sebelum mulai diterapkan peraturan tersebut, akan ditinjau dalam serangkaian pertemuan dan lokakarya dengan lembaga pemerintah terkait, lanjut pernyataan SCTNH.

Selain pemerintah, investor, penguasaha di bidang pariwisata dan transportasi, kelompok penerima manfaat dan penyedia layanan juga diberi kesempatan untuk memberikan masukan terkait draft peraturan itu.

Proses visa turis yang akan diterbitkan menggunakan sistem elektronik terpadu telah dikembangkan di bawah pengawasan tim khusus, dipimpin oleh Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi.

SCTNH sendiri telah melakukan rangkaian studi dengan mengikuti arahan Strategi Pengembangan Pariwisata Nasional, yang dirumuskan pada tahun 2004. Hal ini untuk memberikan visi yang komprehensif dalam pengembangan visa turis di Arab Saudi.

“Program Transformasi Nasional 2020 telah mengadopsi ‘visa turis’ sebagai salah satu prakarsa penting dengan high economic feasibility,” sebagaimana yang dikutip CIC.

Pangeran Sultan Bin Salman, presiden SCTNH, telah menyatakan sebelumnya bahwa Arab Saudi berkomitmen untuk mempromosikan nilai-nilai lokal dan warisan budaya, sebagai bagian dari kampanye untuk menarik wisatawan dari luar negeri.

Sektor pariwisata menjadi salah satu fokus pemerintah sebagai pendorong utama pembangunan dalam Visi Arab Saudi 2030 dengan melakukan diversifikasi ekonomi.

Saat ini, sekitar 900 ribu warga Saudi bekerja di sektor travel dan pariwisata. Tahun lalu, Arab Saudi kedatangan sekitar 18 juta pengunjung dari luar negeri, sebagian besar merupakan jemaah haji dan umrah.

Arab Saudi memiliki beberapa situs arkeologi dan sejarah yang penting, termasuk Madain Saleh di Barat Laut, yang dibangun oleh penduduk Nabatea kuno; dan Diriyah, sebuah kota kecil bersejarah sekitar 20 kilometer dari Riyadh.

Keduanya adalah situs Warisan Dunia UNESCO, selainAl-Balad, atau Historic Jeddah, dan situs arkeologi Rock Art di wilayah Hail.

Arab Saudi juga telah mengumumkan proyek-proyek pariwisata utama lainnya sebagai bagian dari Visi 2030, termasuk Proyek Laut Merah, sebuah laguna pantai yang mencakup sekitar 50 pulau tak tersentuh yang membentang di sepanjang lebih dari 150 km garis pantai yang tidak berpenduduk. SG

Ditulis oleh: admin