Sekjen PBB, Antonio Guterres, Memuji Upaya Global KSRelief

  • 17 April 2018
  • 270 views
Sekjen PBB, Antonio Guterres, Memuji Upaya Global KSRelief

Sekjen PBB Antonio Guterres memuji upaya yang dilakukan Arab Saudi dalam memberikan bantuan kepada rakyat Yaman yang menjadi korban perang.

Dia memuji peran Pusat Pertolongan dan Bantuan Kemanusiaan Raja Salman (KSRelief) dengan mengatakan: “Ini adalah salah satu lembaga bantuan yang paling penting di banyak negara.”

Guterres mengungkapkan bahwa KSRelief bekerja secara profesional untuk meringankan penderitaan orang-orang di tempat yang terkena bencana dan wilayah yang penuh konflik di seluruh dunia.

“Lembaga ini juga membentuk kemitraan dengan organisasi terpenting PBB dan organisasi non pemerintah,” katanya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah kunjungan ke kantor KSRelief dan diterima Dr. Abdullah Al-Rabeeah, penasihat di Royal Court dan Supervisor Umum KSRelief.

Guterres juga menyatakan penghargaannya atas prakarsa Raja Salman dengan memberikan $ 50 juta kepada UNRWA sebagai dukungan terhadap rakyat Palestina. “Ini adalah contoh yang harus diikuti oleh donatur lain,” katanya.

Menyambut Sekjen PBB, Dr. Rabiah menekankan pentingnya kerjasama antara KSRelief dan organisasi-organisasi PBB. Dia mengatakan Arab Saudi telah menyumbang  lebih dari $ 65,9 miliar sebagai bantuan untuk masyarakat yang menderita di seluruh dunia selama lebih dari 20 tahun.

Sejak didirikan 3 tahun lalu, KSRelief telah melakukan 367 proyek kemanusiaan di 40 negara, Al-Rabeeah menambahkan.

Dia mengatakan bahwa di Yaman sendiri, organisasi yang berbasis di Riyadh ini, telah melakukan 217 proyek di berbagai provinsi. 

Kepala KSRelief juga menyoroti upaya Arab Saudi dan anggota Koalisi Arab dalam mendukung upaya kemanusiaan dengan meluncurkan rencana operasi yang komprehensif di Yaman. Dukungan tersebut meliputi pembukaan kembali 21 pelabuhan, jalur penyeberangan darat dan udara, serta upaya untuk mendukung Bank Sentral Yaman, guna memastikan stabilitas ekonomi.

Al-Rabeeah juga menyampaikan situasi hak asasi manusia di Yaman, khususnya pelanggaran fisik yang dilakukan oleh milisi Houtsi terhadap warga sipil yang dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Al-Rabee’ah menjelaskan bahwa kelompok pemberontak Houtsi di Yaman melakukan blokade terhadap penduduk setempat untuk mendapatkan air dan makanan, menghancurkan sumur dan sumber air dan menyerang  daerah pemukiman. 

Menurutnya, Houtsi tidak segan membunuh dan melukai ratusan warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak. Pelanggaran ini juga termasuk perekrutan tentara anak dan menggunakan mereka sebagai perisai manusia dalam konflik bersenjata.

Mengatasi hal tersebut, KSRelief telah siap menawarkan banyak program rehabilitasi guna mengatasi masalah tersebut. ARBN

Ditulis oleh: admin

Konten Terkait