60 Ribu Ekspatriat Mengisi Pekerjaan di Dunia Pendidikan dan Kesehatan Saudi

  • 2 September 2018
  • 353 views
60 Ribu Ekspatriat Mengisi Pekerjaan di Dunia Pendidikan dan Kesehatan Saudi

Anggota Dewan Syura, Saeed Bin Qasim Al-Khaldi Al-Maliki, mengatakan ada kebutuhan mendesak untuk membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi Saudi dan menasionalisasi pekerjaan pemerintah yang akan mengurangi pengangguran dan menciptakan lebih banyak peluang bagi warga Saudi.

“Kita tidak harus bergantung pada non-Saudi selamanya dalam pekerjaan ini (pendidikan dan kesehatan -red), sementara kita memiliki warga Saudi yang memenuhi syarat dan mampu melakukan dengan sempurna pekerjaan, bahkan tidak hanya di dua sektor ini tetapi di semua bidang lain,” tekannya.

Dia menyerukan untuk melakukan studi terkait nasionalisasi pekerjaan dalam sektor pendidikan di universitas untuk warga Saudi dengan gelar Master dan Ph.D.

“Wawancara yang dilakukan oleh contracting committees belumlah mencukupi. Kita harus sepenuhnya memperbarui kondisi dan parameter mengenai rekrutme tenaga pengajar asing di universitas,” imbuhnya.

Mengutip laporan statistik dari Otoritas Umum untuk Statistik (GaStat), Al-Maliki mengatakan ada 60 ribu pekerjaan di sektor pendidikan dan kesehatan yang saat ini diisi oleh ekspatriat dan terbuka untuk dinasionalisasi.

“Apakah tidak ada orang Saudi yang memenuhi syarat untuk mengambil alih pekerjaan-pekerjaan ini yang diisi oleh non-Saudi?” tanyanya menantang.

Berdasarkan laporan oleh Kementerian Layanan Sipil, Al-Maliki mengatakan bahwa terdapat 41 ribu ekspatriat yang dipekerjakan oleh pemerintah untuk kedua sektor di atas, sambil meyakinkan bahwa Arab Saudi tidak harus selalu bergantung pada tenaga asing.

Dia juga mengatakan ada sejumlah besar orang Saudi yang memenuhi syarat yang mampu mengambil pekerjaan di sektor kesehatan.

“Visi 2030 Kerajaan ditujukan untuk meningkatkan kontribusi sektor swasta dalam proses pembangunan melalui penyediaan berbagai layanan. Sektor kesehatan menguntungkan bagi sektor swasta,” tambahnya.

Al-Malik menyerukan untuk lebih melonggarkan prosedur kerja untuk pemuda Saudi, bukan justru mempersulitnya.

“Universitas kami seharusnya tidak mempersulit kader-kader Saudi untuk menjadi anggota stafnya, sementara mereka sangat lunak dengan tenaga asing,” katanya. SG

Ditulis oleh: admin

Konten Terkait