Konferensi Mekah: Pentingnya Wacana Islam Moderat

  • 29 Mei 2019
  • 516 views
Konferensi Mekah: Pentingnya Wacana Islam Moderat Foto: Arab News

Pada hari kedua Konferensi Makkah tentang nilai-nilai Islam moderat, cendekiawan dan intelektual muslim menekankan pentingnya wacana Islam moderat dan menjaga hak-hak minoritas di negara-negara non-Muslim.

Mereka juga memuji peran aktif Arab Saudi dalam mempersatukan kembali muslim, menolak ekstremisme, menanamkan wacana moderat dan menjaga hak-hak Muslim serta menjauhkan dari terorisme.

Ahmed Al-Dubyan, Direktur Jenderal Islamic Cultural Centre di London, mencatat bahwa konferensi yang diselenggarakan oleh Liga Muslim Dunia bersidang dalam kondisi sulit yang disaksikan oleh seluruh dunia Muslim.

Hal ini, menurutnya, disebabkan oleh penyimpangan intelektual yang mengakibatkan penyimpangan dalam pikiran yang berdampak penyerangan kepada pihak lain.

Mohamed Salah Dinov, presiden Dewan Islam Rusia, menyerukan untuk membuat jaringan terpadu yang dapat menghubungkan Muslim dalam bidang ekonomi, budaya dan sosial.

Para ulama juga menyerukan persatuan negara-negara Islam sehingga tidak ada yang bisa menggoyahkan dan merusaknya.

Ini dapat dicapai dengan mendorong moderasi dan kesetaraan, berkomunikasi satu sama lain, memperkuat ikatan ukhuwwah antara muslim dan melawan persepsi salah tentang Islam.

Mereka juga meminta semua Muslim untuk mempelajari agama mereka dengan benar sebagaimana diturunkan oleh Allah, sebagai sebuah agama cinta, moderat dan nilai-nilai otentik yang telah berkontribusi pada penyebaran Islam di seluruh dunia.

Sebelumnya, pada hari pertama acara yang sama, Mufti Tripoli dan Libanon Utara, Sheikh Malik Al-Shaar, mengatakan konferensi ini sebagai respon semua konspirasi yang direncanakan melawan Islam dan Muslim.

Al-Shaar mengatakan bahwa apa yang dicetuskan dalam konferensi, agar menjadi bahan kajian yang direnungkan oleh para intelektual dan cendekiawan.

Dia menekankan bahwa Al-Quran berbicara kepada yang lain, mengakui keberadaan mereka dan menetapkan tujuan bersama untuk hidup berdampingan.

Mantan mufti Bosnia dan Herzegovina, Mustafa Ibrahim, menyoroti pentingnya persatuan Muslim dan mengatakan: “Kami datang untuk mendukung Arab Saudi dalam upaya menyatukan umat Islam, memperkuat hubungan dan mempromosikan moderasi.”

Alfredo Milesi, Menteri Italia untuk urusan Timur Tengah di Parlemen Internasional untuk Keselamatan dan Perdamaian dan presiden Liga Muslim Eropa, mengatakan bahwa menyatukan lembaga, organisasi dan cendekiawan di bulan suci ini adalah fenomena global di mana apresiasi perlu disampaikan kepada Arab Saudi.

Dia menambahkan, bahwa konferensi ini mengirim pesan langsung ke seluruh dunia tentang toleransi Islam dan peran penting umat Islam dalam membangun masyarakat yang beradab di Eropa dan dunia.

Penasihat Menteri Pertahanan Portugis, Imran Mohammed, mengatakan konferensi itu menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa Muslim bersatu, yang dapat membuat mereka dihormati dunia.

Dia menambahkan bahwa waktu dan lokasi konferensi seperti di Makkah, serta perannya dalam menjauhkan perselisihan dan menghasilkan sikap bersatu, harus diperhitungkan. ARB

Ditulis oleh: admin

Konten Terkait