Kitakah Mereka….??

  • admin
  • 29 Juni 2019
  • 26 Views
Kitakah Mereka….??

Kemarin, sebelum maghrib kita sudah bertolak dari hotel tempat kita menginap. Dengan dipandu oleh 2 Dosen dari Ummul Qura’, 39 peserta Daurah; 19 dari Indonesia dan 20 dari Senegal berangkat menuju halaqah tahfidz ‘Asyura Bukhori, sebuah tempat untk menghafal Al-Qur’an, menelaah, mengkaji dan mendalaminya.

Sungguh “taman surga” yang nampak didunia. Tiba di tempat mulia itu, kita mendirikan sholat maghrib di masjid tempat halaqah berada.

Setelah itu kita digiring ke lantai 2 untuk mengikuti acara yang memang sudah mereka persiapkan.

Qahwah Arabiyyah yang hangat dan berasa kayak jamu dilidahku itu dihidangkan oleh salah satu santri penghafal al-Qur’an di halaqah itu. Diiringi kurma dan kue-kue Arab.

Acara berlanjut dengan sambutan dari para masyayikh dan penyajian hafalan para santri; ada yang sudah sarjana, remaja juga ada yg masih anak-anak setingkat SD.

Dengan merdu syahdu mereka melantunkan ayat-ayat al-Qur’an baik dengan mujawwad maupun murottal. Subhanallah, indah sekali. Iri rasanya, pengin seperti mereka.

Dalam sebutannya, Syeikh DR. Hasan Abdul Hamid Bukhori menjelaskan tentang fadhilah Al-Qur’an, yang di antaranya beliau menyitir sebuah ayat:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ 

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Q.S.15:)

Sebagaimana jaminan Allah untuk menjaganya, al-Qur’an akan kekal abadi hingga datangnya hari kiamat kelak. Apa-apa yang berkaitan dengannya akan ada dalam penjagaan Allah Subhanallahu wa Ta’ala.

Sungguh keutamaan yang luar biasa yang diberikan Allah untuk orang-orang yang mau membaca, mempelajari, mengkaji dan terlebih menghafalkan al-Qur’an berikut mengamalkan isinya.

Usai acara ditutup dengan sholat Isya’, kita disuguhi makan malam ‘ala Arab dengan menu ‘ala Indonesia dan Senegal.

Sungguh nikmat rasanya, setelah hampir 2 minggu tinggal di Mekkah, lidah ini tidak bersentuhan dengan bumbu nusantara. Maknyyyusss polllll….

Sebagai catatan tambahan, semoga ada faedahnya.

Kitakah…… Mereka?

~ ‌Mereka yang beribadah dengan membaca Al-Quran. Allah mencatat aktivitas membacanya sebagai ibadah dan bagian dari media untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, riwayat al-Tirmidzi dari Abdullah bin Mas’ud, dia berkata bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Artinya: ”Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya, dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi “alif” satu huruf, “lam” satu huruf dan “mim” satu huruf.”

Hadits di atas senada dengan surah Fathir ayat 29-30, Allah berfirman;

(ان لَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ () لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ  (فاطر: 29-30)

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan pahala mereka dan menambah karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.”

~ ‌Mereka yang gemar membaca Al-Quran, maka akan mendapat syafa’at (pertolongan) dari bacaannya. hal ini ditegaskan oleh hadits riwayat al-Imam Muslim dari Abu Umamah al-Bahili, dia berkata bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ

Artinya: “Bacalah Alquran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya.”

~ ‌Mereka yang mau belajar al-Qur’an dan mengajarkannya adalah sebaik-baik manusia.

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ – رواه البخاري .

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya.” [Al-Bukhari 5027]

~ ‌Mereka yang membaca Al-Quran, akan terjaga hatinya. Dari Ibnu Umar, dia berkata bahwa Nabi Saw. bersabda:

اِنَّ هَذِهِ القُلُوْبَ تَصْدَأُ كَمَا يَصْدَأُ الحَدِيْدُ. قَالُوا : فَمَا جَلَاءُهَا ؟ قَالَ : تِلَاوَةُ القرْأنِ

Artinya; “sesungguhnya hati seseorang bisa karat sebagaimana berkaratnya besi. Sahabat bertanya; Lalu bagaimana membersihkan karat itu? Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallammenjawab; membaca Alquran.”

~ ‌mereka yang rajin membaca Al-Quran, niscaya mereka intens berkomunikasi dengan Tuhannya.

WaAllahu A’lam.

*) Diambil dari status Salis Masruhin, Peserta Daurah Bahasa Arab di Universitas Ummul Qura Mekkah

Tema Terkait