Eksploitasi Kasus Kashoggi Untuk Memperburuk Citra Arab Saudi

  • admin
  • 1 Oktober 2019
  • 21 Views
Eksploitasi Kasus Kashoggi Untuk Memperburuk Citra Arab Saudi

Setahun setelah insiden Jamal Khashoggi, isunya masih terus di-blow up oleh “musuh” Arab Saudi untuk memperburuk citra Kerajaan Arab Saudi.

Dalam sebuah wawancara “60 Minutes” baru-baru ini di televisi CBS, Putra Mahkota Muhammad Bin Salman (MBS) ketika ditanya tentang pembunuhan Khashoggi, menjawab, “ini merupakan kejahatan keji. Tapi saya mengambil tanggung jawab penuh sebagai pemimpin di Arab Saudi, terutama karena hal itu dilakukan oleh oknum yang bekerja untuk pemerintah Saudi.”

Tetapi beberapa negara dan orang-orang hanya ingin mencitrakan buruk dengan menyalahkan Arab Saudi atas kejadian tersebut. Mereka berulang kali mengangkat masalah ini, tanpa melihat tindakan yang telah diambil Arab Saudi yang ingin menyelesaikan sampai ke akar masalah. Mereka menggiring opini sebisanya tentang perbuatan oknum, mengaitkannya dengan pemerintahan Arab Saudi.

Meskipun demikian, banyak orang menganggap pembunuhan Khashoggi sebagai tragedi besar dan tindakan kriminal yang dilakukan oleh pejabat pemerintah Saudi yang bertindak di luar kewewenangan mereka.

Fakta ini sekali lagi ditegaskan kembali oleh putra Khashoggi, Salah, yang mengatakan pada hari Senin (30/9), bahwa dia menolak eksploitasi kasus ayahnya oleh “lawan dan musuh” negaranya.

“Setahun telah berlalu sejak kematian ayah tercinta saya. Selama waktu itu, musuh negara saya dari Timur dan Barat berusaha mengeksploitasi kasus ayah saya rahimahullah, untuk merusak negara dan kepemimpinannya,” cuit Salah Khashoggi di Twitter.

Setelah insiden tersebut, Khadimul Haramaian, Raja Salman, memerintahkan penyelidikan atas kasus tersebut. Akibatnya, terjadi penangkapan sejumlah tersangka karena partisipasi atau merencanakan kejahatan. Sebelas orang dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum dan diadili.

Kerajaan Arab Saudi telah mengambil semua langkah yang diperlukan setelah pembunuhan Khashoggi, melalui beberapa jalur, termasuk mengadili semua yang terlibat dalam kejahatan ke meja hijau.

Dampak dari kasus Kashoggi, pemerintah Saudi melakukan restrukturisasi badan intelijen negaranya, memecat sejumlah pejabat yang terkait, dan mununtut pertanggungjawaban semua yang terlibat.

Sementara peradilan Saudi bekerja secara independen, tidak ada yang bisa mengintervensi dalam tindakan dan penilaiannya. Jaksa penuntut umum yang menangani kasus ini berkomitmen untuk melakukan transparansi dalam penanganan masalah Khashoggi, sejauh yang diizinkan oleh sistem peradilan.

Dalam penegakkan hukumnya, Arab Saudi menghadirkan perwakilan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Selain itu, juga dihadiri oleh perwakilan dari Turki, di samping kehadiran perwakilan dari organisasi hak asasi manusia Saudi.

Selama proses pengadilan yang dihadiri perwakilan dari lima anggota tetap Dewan Keamanan, serta Turki, Komisi Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Nasional untuk Hak Asasi Manusia, serta perwakilan dari keluarga Khashoggi. Ini membuktikan bahwa Saudi tidak menyembunyikan sedikitpun tentang kasus ini.

Transparansi tersebut, tetap tidak menyurutkan sebagain negara dan orang-orang yang mengeksploitasi kasus ini untuk mencitrakan buruk Arab Saudi.

Bagi mereka yang mencari keadilan dalam kasus Jamal Khashoggi, maka harus menunjukkan semua bukti yang mereka miliki kepada Penuntut Umum, untuk diproses di peradilan, yang sejauh ini telah melakukan 8 pemeriksaan dalam kasus tersebut.

Yang sangat disesalkan, pejabat dan media Turki bersikap skeptis terhadap penanganan kasus yang dilakukan pemerintah Saudi. Di waktu yang sama, Turki menolak memenuhi permintaan Jaksa Penuntut Umum Arab Saudi untuk memberikan informasi dan bukti yang dapat digunakan dalam penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap siapa saja yang terlibat.

Meskipun demikian, Arab Saudi tetap melanjutkan proses persidangan kasus ini, sampai mencapai keputusan, setelah melalui seluruh proses peradilan sebagaimana mestinya.

Di antara pihak yang tidak obyektif dalam menilai kasus di atas adalah Agnes Callamard, Pelapor Khusus tentang Eksekusi ekstra-yudisial Dewan Hak Asasi Manusia.

Laporan Anes hanya berdasar pada pemberitaan media, sehingga jauh dari sikap netral atau objektif. Analisisnya terhadap kasus Kashoggi dan kesimpulannya menunjukkan kontradiksi dan menghukumi secara sepihak terhadap Arab Saudi.

Callamard dikenal karena sikapnya yang bermusuhan terhadap Saudi. Pada hari ketiga setelah insiden tragis itu, ia mulai menerbitkan tweet yang menuduh pemerintah Arab Saudi bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.

Putra Jamal Khashoggi, Salah, meningatkan kepada para pembenci negaranya, Arab Saudi, harus berhenti mengeksploitasi kasus ini demi kepentingan mereka sendiri. Salah juga menekankan bahwa dia, seperti ayahnya, adalah putra bangsa Arab Saudi.

“Saya mengulangi apa yang telah saya katakan sebelumnya, bahwa saya memiliki kepercayaan penuh kepada pengadilan Arab Saudi, dalam kemampuannya untuk memberikan keadilan dan menemukan para pelaku kejahatan keji ini. Saya akan menjadi seperti Jamal Khashoggi, taat kepada Allah, kemudian ke negara saya dan pimpinannya, ”kata Salah. SG

Tema Terkait