Kesepakatan Riyadh: Langkah Besar Menyelesaikan Krisis Yaman

  • admin
  • 5 November 2019
  • 54 Views
Kesepakatan Riyadh: Langkah Besar Menyelesaikan Krisis Yaman Foto: al-Arabiya

Sebagai negara yang memiliki peran penting di kawasan Teluk Arab, Arab Saudi menjadi tuan rumah penandatanganan perjanjian Riyadh antara Dewan Transisi Yaman Selatan dan pemerintah yang sah Yaman.

Berlangsung pada Selasa (5/11) di Istana al-Yamamah, kesepakatan tersebut di bawah arahan Khadimul Haramian, Raja Salman bin Abdulaziz dan Putra Mahkota Mohammad bin Salman.

Upacara penandatanganan dihadiri oleh Presiden Yaman, Abd Rabbu Mansour Hadi, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab.

Tekad Arab Saudi Untuk Rekonsialisasi Yaman
Dalam pidatonya menjelang penandatanganan perjanjian, Putra Mahkota MBS, menekankan bahwa Arab Saudi telah bergerak untuk menyatukan antara saudara di Yaman sebagaimana harapan Khadimul Haramian, Raja Salman bin Abdulaziz.

Dia menambahkan bahwa Kesepakatan Riyadh merupakah langkah menuju solusi politik dan mengakhiri perang di Yaman, sambil memuji peran Uni Emirat Arab, yang telah ikut berjuang dengan martabat dan kehormatan.

Dukungan Saudi Atas Pemerintah Yaman yang Sah
Sebagaimana yang diketahui, peran Arab Saudi di Yaman merupakan permintaan Presiden Yaman yang sah, Abd Rabbu Mansour Hadi beberapa tahun lalu, saat negaranya dalam keadaan genting terancam oleh pemberontak Syiah Houtsi.

Saat ini, Abd Rabb meminta Saudi lagi untuk ikut membantu rekonsiliasi anak bangsa Yaman agar terwujud shaf yang satu menghadapi pemberontak milisi syiah Houtsi yang didukung Iran.

MBS mengatakan: “Kami mencurahkan segala upaya untuk memenuhi panggilan saudara kandung, pemerintah Yaman yang sah,” sambil menambahkan: “Kami telah mencapai banyak hal untuk keamanan Yaman dan kawasan, dan kami akan terus berupaya memenuhi aspirasi rakyat Yaman.”

Serangkaian Pertemuan
Setelah penandatanganan kesepatakan Riyadh, MBS mengadakan serangkaian pertemuan dengan pihak-pihak terkait. Di antaranya pertemuan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

Dalam pertemuan dengan negara tetangga tersebut, keduanya menekankan pentingnya Perjanjian Riyadh dalam mendukung solusi politik dan mengakhiri krisis di Yaman.

Di kesempatan selanjutnya, MBS bertemu dengan Presiden Yaman Abd Rabbu Mansour Hadi, yang memuji peran Kerajaan dalam mencapai perjanjian tersebut. Setelah itu, MBS Bertemu dengan Ketua Dewan Transisi Yaman.

Komitmen Tiga Pihak untuk Yaman
Perjanjian Riyadh menetapkan kepatuhan terhadap tiga kerangka acuan; Inisiatif Teluk dan mekanisme pelaksanaannya, dialog nasional yang komprehensif, dan resolusi 2216 Dewan Keamanan PBB.

Ini juga mencakup mekanisme dan pengaturan untuk mengaktifkan peran semua otoritas dan lembaga negara Yaman, dan mengatur kembali pasukan militer dan keamanan di bawah kepemimpinan Kementerian Pertahanan dan Dalam Negeri Yaman.

Salah satu tujuan dari perjanjian Riyadh adalah penegasan komitmen untuk mengembalikan hak rakyat Yaman, menolak separatisme, perseteruan kelompok dan sektarian, dan menghentikan semua jenis propaganda media yang kejam di antara semua pihak. almowaten

Tema Terkait