Pakar Internasional: Arab Harus Bersatu dan Menangani Kekurangan Untuk Menciptakan Visinya Sendiri

  • 7 Desember 2019
  • 462 views
Pakar Internasional: Arab Harus Bersatu dan Menangani Kekurangan Untuk Menciptakan Visinya Sendiri Seminar FIKR17 digelar di ITHRA, Dhahran, awal minggu Desember 2019 (foto: Arab News)

Dunia Arab perlu bersatu dan menyelesaikan banyak kekurangannya, untuk “mengembangkan visinya sendiri” di masa depan, sebagaimana yang dipaparkan para ahli dalam sebuah konferensi regional yang berpengaruh.

Konferensi FIKR17 yang pertama kali diadakan di Dhahran’s King Abdul Aziz Center for World Culture (Ithra), 7 Desember 2019 dihadiri oleh para ahli dan pengamat internasional.

Pembicara yang hadir di antaranya Hussain Haqqani, Direktur the South and Central Asia Hudson Institute Think Tank. Dia mengatakan bahwa kesenjangan gender, defisit institusi dan pengetahuan merupakan di antara isu-isu penting yang harus diatasi di kawasan ini.

Menengahkan tema “Today’s world … Tomorrow’s world: The transformations, challenges and visions,” mantan duta besar Pakistan untuk AS tersebut, memaparkan, “wilayah ini memiliki defisit besar dalam hal pengetahuan.”

“Ada sekitar 400 juta orang yang berbahasa Arab, tetapi hanya sedikit buku yang ditulis dalam bahasa Arab pertahunnya, dibandingkan yang ditulis dalam bahasa Yunani, yang merupakan bahasa dari 11 atau 12 juta orang.” Papar Hussain.

“Juga, lebih sedikit buku yang diterjemahkan dari bahasa lain ke bahasa Arab daripada diterjemahkan ke dalam bahasa Denmark, bahasa yang hanya digunakan oleh 5 juta orang di Denmark,” imbuhnya.

“Perdagangan global barang dan jasa hanya memiliki lima persen input dari dunia Arab, sedangkan China 15 persen dan India 13 persen,” tambah Haqqani.

“Tidak ada alasan mengapa dunia Arab tidak dapat meningkatkan produktivitasnya, ketika Anda memiliki sarana ekonomi dan intelektual berarti Anda akan dapat memiliki visi sendiri,” lanjutnya.

Pembicara lainnya, Dr. Henry Awit, Direktur Arab Thought Foundation, menekankan bahwa persatuan dunia Arab sangat penting untuk membentuk visi baru.

Henry mengingatkan bahwa tempat diselenggarkan acara seminar ini, Ithra, adalah pusat budaya terkenal di dunia yang mensponsori inovasi, mengadopsi pendekatan modernis dan merangkul kreativitas.

Kepada ArabNews dia menyampaikan bahwa konferensi ini adalah “tentang menguraikan visi Arab baru, dan saat Arab Saudi memulai visi yang mengajak untuk berkembang, mengundang untuk meningkatkan dan memperbarui.”

Turut hadir dalam seminar bergengsi tersebut, Naoki Tanaka, Presiden Pusat Studi Kebijakan Publik Internasional, dan Frederic Charillon, profesor hubungan internasional di ESSEC Business School. ARBN

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait