Aramco Geser Posisi Teratas Apple Dengan Nilai Pasar Tertinggi

  • 11 Desember 2019
  • 973 views
Aramco Geser Posisi Teratas Apple Dengan Nilai Pasar Tertinggi Perusahaan dunia yang memiliki nilai pasar terbesar di dunia. Aramco kini di tempat teratas berkali-kali lipat dari yang lainnya. (Foto: almowaten)

Perusahaan minyak Saudi nomor wahid, Aramco, menggeser perusahaan Apple sebagai market value tertinggi di pasar saham di seluruh dunia.

Saham Aramco melonjak 10% pada debut pertama di Bursa Efek Saudi (Tadawul) pada hari Rabu (11/12). Dari penawaran umum perdana sebesar 32 Reyal, menjadi 35.2 Reyal hanya beberapa detik setelah dibuka di Tadawul.

Ini sekaligus menjadikannya sebagai perusahaan terbesar di dunia senilai $1,88 triliun, setelah penawaran saham perdananya (IPO) memecahkan rekor. Penawaran saham pertamamya mencapai total $ 25,6 miliar, melampaui IPO Alibaba (2014) senilai $ 25 miliar.

“Hari ini Arab Saudi bukan lagi satu-satunya pemegang saham perusahaan,” tandas Chairman of Saudi Aramco and Governor of Public Investment , Yassir Al-Rumayyan saat launching perdana saham.

“Lebih dari lima juta pemegang saham telah bergabung, termasuk warga Saudi dan ekspatriat, warga negara Teluk dan lembaga-lembaga investasi internasional. Ini adalah hari di mana setiap orang di Aramco dan di Arab Saudi bisa sangat bangga,” lanjutnya.

Proses IPO Aramco telah menempatkan kekuatan raksasa senilai $1,7 triliun, jauh di atas perusahaan lain kelompok trillion-dollar, termasuk Apple dan Microsoft.

Aramco dengan nilai modalnya yang sangat besar, mendorong Bursa Efek Saudi (Tadawul) ke peringkat sepuluh besar dunia.

“Hari ini Saudi Aramco telah menjadi perusahaan terbuka terbesar di dunia, dan Bursa Efek Saudi (Tadawul) adalah salah satu dari 10 pasar keuangan global teratas,” kata Ketua Bursa Arab Saudi, Sarah Al-Suhaimi dalam seremonial yang menandai pertama kali perdagangan saham Saudi Aramco.

Amin Nasser, presiden dan CEO Saudi Aramco, mengucapkan terima kasih kepada pemegang saham baru atas konfinden dan kepercayaan mereka terhadap perusahaan minyak.

Penjualan 1,5 persen dari perusahaan, atau tiga miliar saham, adalah fondasi dari strategi ambisius Putra Mahkota Muhammad Bin Salman untuk merombak ekonomi agar tidak bergantung pada minyak. SG

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait