Yang Halal Daging Dhabb, Bukan Biawak

  • 11 Desember 2019
  • 4,782 views
Yang Halal Daging Dhabb, Bukan Biawak

Sebagian orang masih belum bisa membedakan antara hewan dhabb (الضَّبّ) yang halal dagingnya, dengan biawak (الوَرَلُ) yang haram. Berikut perbedaan antara kedua jenis binatang melata ini.

Fisik Dhabb Kecil, Biawak Lebih Besar
Dalam Bahasa Arab, biawak disebut waral (الوَرَلُ). Biawak adalah sebangsa reptil yang termasuk ke dalam golongan kadal besar dan suku biawak-biawakan (Varanidae).

Biawak yang kerap ditemui Indonesia kebanyakan adalah biawak air dari jenis Varanus Salvator. Panjang tubuhnya (dari moncong hingga ujung ekor) umumnya sekitar 1 meter, meskipun ada pula yang dapat mencapai 2,5 meter.

Sedangkan dhabb (الضَّبّ) fisiknya lebih kecil, berekor kasar, kesat, bersisik, dan tidak terlalu panjang seperti biawak. Dhabb jantan memiliki dua dzakar dan dhabb betina memiliki dua vagina.

Dhabb Herbivora, Biawak Karnivora
Makanan utamanya adalah rerumputan, kadang-kadang serangga seperti belalang, semut dan lalat. Sedangkan biawak termasuk karnivora, makanannya serangga, reptil, tikus, burung, telur, dan sejenisnya. Oleh karenanya, biawak seperti binatang buas lainnya, giginya bertaring.

Dhabb Halal, Biawak Haram
Dalam Kitab Khabarul Ahad, Bab Khobarul Mar’ah Waahidah, yang dikeluarkan oleh Imam Al-Bukhari, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam saat melihat seorang memakan daging dhabb, beliau bersabda: “Makanlah, karena karena daging itu halal.” Atau beliau bersabda: “tidak mengapa dimakan, akan tetapi daging hewan itu bukanlah makananku.”

Sedangkan biawak bukanlah makanan yang thayyib (baik). Biawak tergolong binatang buas yang memiliki taring, maka ia haram untuk dikonsumsi, berdasarkan hadits: “Setiap yang bertaring dari binatang buas, maka memakannya adalah haram.” [HR. Muslim no. 1.933].

Dhabb Jinak, Biawak Buas dan Dzalim
Dhabb merupakan hewan jinak, yang tidak memangsa hewan lain kecuali hanya jenis-jenis belalang. Berbeda dengan biawak yang buas dan binatang yang berburu dan memangsa binatang lain (predator).

Dhabb memakan makanan yang bersih dan tidak menjijikan, berbeda dengan biawak memakan makanan yang menjijikkan. Di antara makanan biawak adalah bangkai, ular, musang, kelelawar, kala jengking, kodok, kadal, tikus, dan hewan kotor lainnya.

Dhabb tidak meminum air secara langsung. Dhabb hanya meminum embun dan air yang terdapat di udara yang dingin. Orang Arab jika enggan melakukan sesuatu, maka mereka berkata: “لا افعل كذا حتى يرد الضب الماء” (Aku tidak akan melakukannya sampai dhab mendatangi air).

Sementara biawak, hewan yang serakah, licik dan dzalim. Di antara sifatnya gemar merampas lubang ular untuk ditempatinya, setelah ularnya dibunuh dan disantap. Biawak juga biasa merebut lubang dhabb, padahal kuku biawak lebih panjang dan lebih mudah untuk membuat lubang. Karena kedzalimannya, orang-orang Arab sering mengungkapkan: “Dia itu lebih zhalim daripada biawak.”

Dhabb Hidup di Padang Pasir, Biawak di Rawa-rawa
Dhabb hanya tinggal hanya di gurun pasir, tidak bisa tinggal dirawa-rawa seperti halnya biawak. Dhabb tidak pernah keluar dari lubangnya selama musim dingin. Dikatakan pula bahwasannya umur dhabb bisa mencapai 700 tahun. Sementara biawak tidak memiliki sifat-sifat seperti dhabb.

Dhabb Biasa Diburu Untuk Dimakan, Biawak Dagingnya Jijik
Bangsa Arab gemar berburu dhabb dan menyantapnya sebagai makanan. Bahkan, sebagian orang meyakini khasiatnya sebagai obat kuat.

Tetapi mereka merasa jijik terhadap biawak dan menggolongkannya ke dalam hewan yang menjijikan. Hal ini karena konsumsi dan sifat kedua binatang tersebut yang berlawanan, sebagaimana yang dijelaskan di atas.

Tonton video dhabb di bawah ini

*) Disarikan dari artikel Artikel Muslim.Or.Id dan majalah As-Sunnah Edisi 12/Tahun XVI/1434H/2013, yang ditulis kembali di laman FB Wardah Maratus Shalihaa.

Ditulis oleh: News Admin