Perayaan Natal dan Tahun Baru di Arab Saudi (Bagian 1)

  • News Admin
  • 24 Desember 2019
  • 3520 Views
Perayaan Natal dan Tahun Baru di Arab Saudi (Bagian 1)

Media sosial dihebohkan lagi viral berita perayaan natal dan pesta malam akhir tahun (lailah ro`s as-sannah) di Arab Saudi. Sementara itu, di dunia nyata, suasana di Saudi berjalan rutin seperti tahun-tahun sebelumnya.

Rutinitas akhir tahun tersebut di antaranya, menjamurnya diskon di pelbagai pusat pembelanjaan; fashion, HP, elektronik, atau sembako.

Meskipun, awal dan akhir tahun di Saudi sejatinya adalah bulan Dzulhijjah-Muharram. Belakangan gaji pegawai negeri mengikuti penanggalan Masehi, tetapi budaya dan surat menyurat masih berpatokan kalender Hijriyah.

Adalah Rassd News Network, yang menviralkan sebuah foto pohon natal dengan caption: “Untuk pertama kali dalam sejarah…. Saudi merayakan christmas.”

Dijelaskan, bahwa Saudi menyelenggarakan perayaan natal di ibukota Riyadh pada 31 Desember, termasuk berbagai macam acara. Setelah sebelumnya perayaan tahun baru dan pohon natal dilarang.

Kemudian sebuah akun twitter “Kalender Saudi” men-share info perayaan Malam Tahun Baru dengan beragam acara, seperti pertunjukan api dan lain sebagainya. Lokasinya di daerah gurun pasir Malham, 1 jam dari kota Riyadh.

Dua acara yang berdekatan waktunya tersebut, seperti melengkapi kehebohan di Saudi yang akhir-akhir ini berubah, menjajakan kemaksiatan secara terbuka.

Tentang natal, info tersebut berasal dari media di Mesir yang dikenal selalu mengangkat berita yang mendisreditkan Saudi. Benar tidaknya berita yang dishare, sama sekali bukan ukuran media tersebut.

Ketika Rassd menyebarkan sebuah video berisi seorang wanita berhijab berjoget di keremunan massa di Riyadh, media tersebut ingin menyampaikan imej kepada netizen; keburukan di Saudi merajalela. Padahal telah jelas bahwa kasus tersebut dilaporkan dan si wanita ditangkap karena melanggar “Dzauq ‘Ammah.”

Pohon natal yang diklaim berada di Riyadh, tidak disebutkan di hotel atau mall mana. Tidak seperti di negara tetangga Saudi, mudah ditemui perayaan natal, pohon cemara simbol natal atau patung sinterklas dipajang di pusat perbelanjaan atau lobi hotel.

Maka, pertanyaan besar bagi media Rassd, mampukah menyajikan berita yang menjelaskan apa, kapan, siapa, dimana, kenapa dan bagaimana (5W+1H)? Atau seperti kebiasaannya hanya menyebar sesuatu untuk mencitrakan Saudi ini dan itu?

Sampai tulisan ini dirilis, tidak ada satupun media yang mengabarkan perayaan natal diizinkan atau sepengetahuan pemerintah Arab Saudi. Sementara kehidupan di bulan penghujung tahun ini, berjalan seperti apa adanya; weekend di hari Jum’at dan Sabtu, sisanya weekdays, hari-hari beraktivitas.

Di jalanan, tidak ada lambang atau simbol perayaan natal. Toko, pasar atau pusat perbelanjaan pun tidak ada yang menjual pernak-pernik natal, patung Santa Claus, kereta rusa, hadiah atau hal-hal terkait syiar natal. Jadi, di mana pemerintah Saudi merayakan natal? Ya, di media-media anti Saudi.

Bersambung, insyaaAllah (untuk merespon viral perayaan Malam Tahun Baru).

Tema Terkait

Menebak Akhir Drama di Iran

Menebak Akhir Drama di Iran

Demonstrasi Iran makin membesar. Berbagai kampus turun ke jalan meneriakkan tuntutan perubahan. Berbagai strategi telah