Kembali Viral, Video Pemalsuan Madu di Riyadh

  • News Admin
  • 27 Desember 2019
  • 31703 Views
Kembali Viral, Video Pemalsuan Madu di Riyadh

Potongan video pemalsuan madu akhir-akhir ini menjadi viral di media sosial (medsos). Apa gerangan yang menjadikannya cepat menyebar?

Di antara sebab yang menjadikan viral adalah dampaknya terhadap kesehatan dan telah diekspor ke berbagai negara muslim dunia. Karena, menurut caption di video tersebut, pelaku pemalsuan menggunakan minyak (oli) kendaraan sebagai bahan bakunya.

Pertama, video penggerebekan sebuah pabrik pengemasan madu ilegal oleh tim Kementerian Perdagangan dan Investasi di Riyadh, Arab Saudi adalah rekaman lama, sekira 6 bulan lalu.

Video tersebut sudah pernah diposting di channel Saudinesia pada tanggal 24 Juli 2019. Berikut videonya:

Kedua, terjadi kecerobohan menerjemahkan “zait” sebagai minyak atau oli kendaraan. Kata tersebut didengar dari penjelasan perekam video saat penggerebakan, di menit ke 3:16.

Karena, “zait” yang dalam bahasa Indonesia, bukan hanya diartikan “minyak atau oli kendaraan bermotor.” Tetapi zait juga digunakan untuk menyebutkan zait zaitun (minyak zaitun), zait zauj hind (minyak kelapa), dan pelbagai macam jenis minyak nabati lainnya.

Ketiga, informasi tentang produk palsu (ghais) tersebut telah diekspor ke banyak negara dunia, terutama negara muslim, sehingga banyak yang teracuni, dan seterusnya.

Ini merupakan kabar berita yang tidak benar, tanpa ada sumber yang bisa diverifikasi kebenarannya.

Produk seperti itu, tidak mungkin dieskpor keluar Saudi. Pengawasan industri makanan dan minuman di Arab Saudi sangat ketat. Ada beberapa lembaga pemerintah Saudi yang memonitor, di antaranya Saudi Food and Drug Authority (SFDA) semacam BPOM di Indonesia.

Pengawasan dan peraturan industri makanan oleh badan tersebut luar biasa ketatnya. Bagi orang yang pernah tinggal di Arab Saudi, utamanya yang bekerja di bidang industri makanan, akan mudah memahaminya dan tahu bagaimana toko makanan atau restoran selalu diawasi dengan berbagai peraturan dan sidak.

Terbongkarnya kasus pemalsuan madu tersebut juga merupakan bukti hasil kerja mereka bersama Kementerian Perdagangan dan pihak terkait.

Keempat, pemalsuan merek dan produk oplosan seperti ini kerap terungkap di Arab Saudi. Rata-rata pekerjaan terlarang ini dilakukan oleh ekspatriat dengan menyewa sebuah gedung atau gudang tersembunyi.

Pertanyaan yang belum terjawab, mengapa video tersebut saat ini baru diviralkan lagi di medsos? Apakah ada motif tertentu? Allahu ‘alam.

Tema Terkait