Perayaan Natal dan Tahun Baru di Arab Saudi (Bagian 2-Habis)

  • News Admin
  • 27 Desember 2019
  • 4703 Views
Perayaan Natal dan Tahun Baru di Arab Saudi (Bagian 2-Habis)

Media sosial dihebohkan lagi viral berita perayaan natal dan pesta malam akhir tahun (lailah ro`s as-sannah) di Arab Saudi. Sementara itu, di dunia nyata, suasana di Saudi berjalan rutin seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pada tulisan bagian pertama yang lalu, telah disampaikan bahwa hoax jika ada yang mengabarkan pemerintah Arab Saudi melegalkan perayaan Natal. Bahkan sambutan (tahniah) selamat pun, tidak pernah terucapkan.

Begitupula, toko, mall, pasar atau restoran tidak satupun yang menjadikan natal sebagai ajang promosi atau ikut merayakan dengan menghias tempatnya dengan suasana hari raya umat Kristiani. Hal ini terbukti dengan vlog dari salah seorang TKI di Wilayah Timur Saudi:

Adapun twitter “Kalender Saudi” yang men-share info perayaan Malam Tahun Baru, lansung menjadi headline di pelbagai media mainstream dunia.

Media online fimadani.net misalnya, tanpa sabar menunggu konfirmasi dari Pemerintah Arab Saudi, langsung membuat judul “Pertama Kali Dalam Sejarah, Arab Saudi Mengadakan Perayaan Tahun Baru Masehi

Pada hari Jum’at (17/12) ini, khatib shalat Jum’at di Arab Saudi mengangkat tema tentang larangan meniru (tasyabuh) budaya orang kafir, seperti memperingati malam Tahun Baru.

Sementara pemerintah Arab Saudi, melalui General Entertainment Authority (GEA) menyampaikan bahwa rencana acara perayaan tahun baru 2020 yang diunggah di akun twitter KSA-EV merupakan acara yang belum mendapatkan izin alias ilegal.

Dalam keterangan (bayan) GEA yang diunggah di akun resmi twitter, memastikan bahwa telah melarang Event Organizer tersebut menyelenggarakan pesta perayaan akhir tahun. Sekaligus, akan menindaknya sebagaimana peraturan yang berlaku.

Oleh karenanya, telah jelas posisinya, bahwa natal dan tahun baru tidak mendapatkan tempat di Arab Saudi. Meski, akhir-akhir ini telah dibuka keran keterbukaannya dengan izin berbagai macam even yang mengundang maksiat.

Seperti biasanya, media yang semangat menulis keburukan Saudi, sering kali mendahulukan merilis berita yang mengesankan negatif daripada menyebar kebaikannya. Kini, mereka apakah akan merilis Bayan dari GEA tentang larangan perayaan malam tahun baru tersebut atau tidak?

Tema Terkait