Pariwisata di Saudi 2019: 10 Ribu Perizinan, 1000 Lebih Pelanggaran

  • News Admin
  • 5 Januari 2020
  • 583 Views
Pariwisata di Saudi 2019: 10 Ribu Perizinan, 1000 Lebih Pelanggaran Dirriyah, foto: SG

Komisi Pariwisata dan Cagar Alam Nasional (SCTH) Arab Saudi telah menerbitkan lebih dari 10 ribu perizinan pariwisata selama tahun 2019, sebagaimana laporan surat kabar Al-Eqtisadiah.

Izin ini meliputi kegiatan fasilitas akomodasi pariwisata, agen perjalanan dan wisata, panduan wisata, kantor reservasi dan promo pariwisata.

Di waktu yang sama, SCTH juga manjatuhkan sanksi kepada 1286 fasilitas pariwisata atau setara denda sebanyak SR 12,67 juta.

Selain itu, sebanyak 564 kasus pelanggaran fasilitas akomodasi pariwisata pada tahun 2019, dengan 313 kasus terjadi di Riyadh, 30 kasus di Wilayah Timur dan 221 kasus di Jeddah.

SCTH juga mengumumkan bahwa seluruh turis dari negara mana saja dapat masuk ke Arab Saudi dengan visa on arrival, dengan syarat mengantongi visa negara Inggris, AS, dan Schengen.

Dengan peraturan ini, banyak calon turis diuntungkan, tanpa harus mengurusi visa kunjungan terlebih dahulu di negaranya masing-masing, untuk melakukan perjalanan ke Arab Saudi.

SCTH mengatakan bahwa perkembangan ini merupakan kelanjutan dari peluncuran visa turis dan semangat Saudi membuka pintunya bagi dunia. Kebijakan ini diawali dari peluncuran visa turis untuk pertama kalinya dalam sejarah Saudi, sejak bulan September 2019.

“Komite yang diketuai oleh ketua dewan direktur SCTH, Ahmed Al-Khatib, bekerja untuk merumuskan tujuan dan mekanisme dengan menerapkan struktur visa pengunjung,” tambah SCTH.

Saat ini warga negara dari 49 negara yang memenuhi syarat dapat mengajukan aplikasi e-Visa online atau dengan visa on arrival untuk berkunjung ke Arab Saudi.

Dengan visa turis, memungkinkan untuk tinggal hingga 3 bulan untuk sekali kedatangan. Atau dapat menghabiskan waktu selama 90 hari dalam satu tahun di Arab Saudi dengan visa multiple entry. SG

Tema Terkait