Keping Hajar Aswad di Istanbul

  • News Admin
  • 11 Januari 2020
  • 1450 Views
Keping Hajar Aswad di Istanbul

Salah satu masjid yang menjadi obyek kunjungan di Istanbul adalah masjid Sokollu Mehmed Pasha. Dua yang lain adalah masjid Biru dan Hagia Sophia yang berubah fungsi menjadi museum di zaman Attaturk.

Masjid ini didirikan oleh Sokollu Mehmed Pasha yang merupakan Grand Vizier (Wazir Agung atau Perdana Menteri) antara 25 Juni 1565 hingga 11 Oktober 1579. Jadi ada 3 sultan yang pernah didampinginya: Sulaiman I, Selim II, dan Murad III.

Sokollu berdarah Serbia. Dia bagian dari anak-anak di negara Balkan yang direkrut, masuk Islam, dan dididik militer. Karirnya cemerlang hingga mencapai posisi tinggi. Dia pun menikahi anak Selim II atau saudara dari Murad III bernama Ismihan Hatun.

Masjid tersebut dibangun atas permintaan Ismihan, menurut satu versi. Versi lainnya, masjid ini hadiah Sokollu kepada istrinya.

Namun ada yang mengganjal dari masjid ini, yaitu keberadaan 4 (empat) keping Hajar Aswad di marmer bagian atas mimbar. Wajar jika orang Hijaz menuduh Ottoman sebagai perusak dan pencuri.

Hajar Aswad bukan sekedar batu surga yang terdapat di sudut Ka’bah, tapi juga di sudut hati orang Arab dan umat Islam.

Dalam sejarahnya, Hajar Aswad telah beberapa kali dirusak. Abdullah bin Zubair radhiyallahu anhuma adalah orang pertama yang memasang lempeng perak agar Hajar Aswad tidak mudah pecah. Demikian pula Harun al-Rasyid memperbarui lempeng tersebut.

Tahun 929 Syiah Qaramithah mencuri Hajar Aswad selama 20 tahun. Tahun 1022 seorang Syiah Fatimiyah menghantam Hajar Aswad hingga pecah. Tahun 1582 seorang ajam menghantamnya dengan kapak.

Tahun 1852, Sultan Abdul Majid memasangkan lingkaran emas menggantikan lingkaran perak. Tahun 1913, Sultan Muhammad V menggantinya kembali dengan perak. Bulan Juni 1932, Hajar Aswad kembali dicungkil seorang Afghanistan.

Tanggal 31 Agustus 1932 , Raja Abdul Azis al-Saud membentuk tim terdiri dari para ahli untuk merekatkan keping-keping Hajar Aswad. Akhirnya Hajar Aswad direkatkan dengan bahan kimia yang dicampur minyak misik dan ambar.[]

*) Ditulis oleh Ibnu Rajab, Pemerhari Timur Tengah dan Dunia Islam.

Tema Terkait

Video: Tata Cara Shalat Gerhana

Video: Tata Cara Shalat Gerhana

Pertama, Shalat gerhana disyariatkan bagi kaum muslimin yang melihat peristiwa gerhana matahari atau bulan Nabi shallallahu ‘alaihi wa