Info Beasiswa Kuliah di Arab Saudi

  • 25 Januari 2020
  • 23,367 views
Info Beasiswa Kuliah di Arab Saudi Foto: erem

Arab Saudi merupakan Negara yang diberkahi in syaa Allaah, hal ini disebabkan Arab Saudi merupakan salah satu negara terbesar di dunia yang melaksanakan hukum Islam. Juga karena adanya dua kota yang dijaga malaikat, yaitu kota Mekkah dan Madinah, dua kota yang tidak akan sanggup di masuki oleh Dajjal pada hari kiamat.

Arab Saudi merupakan pusat sumber dan perkembangan ilmu syar’i. Selain itu, Arab Saudi juga menyediakan beasiswa bagi pelajar-pelajar berprestasi di seluruh dunia untuk kuliah di berbagai Universitas terkemuka Arab Saudi.

Program ini merupakan implementasi dari perhatian kerajaan yang sangat besar terhadap pengembangan dan publikasi ilmu pengetahuan dan peningkatan karya ilmiah, dan kontribusi nyata kerajaan dalam membangun komunikasi yang berkesinambungan dengan bangsa-bangsa di seluruh dunia dalam bidang ilmu, kebudayaan, dan kemajuan peradaban manusia. Program ini terbuka untuk semua jurusan ilmu pengetahuan umum, tidak hanya untuk studi keislaman saja.

Mengapa Kuliah di Arab Saudi?
Ada berbagai alasan untuk menjatuhkan pilihan melanjutkan studi ke salah satu universitas di Arab Saudi, di antaranya:

  • Perguruan-perguruan tinggi yang unggul dan berkelas dunia, beberapa universitas termasuk perguruan tinggi terbaik di dunia.
  • Suasana dan lingkungan keilmuan yang kondusif, di mana terdapat berbagai lembaga dan pusat penelitian dan pengkajian yang diakui dan terus berkembang pesat pada masing-masing universitas.
  • Civitas akademik multinasional. Saat ini mahasiswa yang menuntut ilmu di Arab Saudi berasal dari lebih 165 negara dunia. Demikan juga dengan tenaga edukatf berasal dari berbagai negara.
  • Pelayanan fasilitas istimewa bagi setiap mahasiswa penerima beasiswa. Kuliahnya gratis 100%.

Fasilitas untuk Mahasiswa Penerima Beasiswa
Berikut beberapa fasilitas yang didapatkan mahasiswa asing di Arab Saudi:

  • Tiket pesawat saat diterima menjadi mahasiswa di universitas dan pada setiap akhir tahun akademik, sesuai dengan aturan yang berlaku.
  • Mukafa’ah (uang saku sekitar 840 riyal untuk S1) setiap bulan.
  • Hadiah tunai bagi mahasiswa yang berprestasi.
  • Asrama gratis dan perabotannya.
  • Makan di Kantin Universitas dengan biaya murah.
  • Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Universitas.
  • Sarana mudah untuk melaksanakan Haji dan Umrah (malahan bisa umrah tiap bulan) dg biaya terjangkau .
  • Fasilitas olah raga yang disediakan oleh Universitas.
  • Bisa ikut kajian para ulama-ulama besar di saudi arabia

Seputar Beasiswa di Universitas
Secara umum seluruh universitas negeri di Arab Saudi memberikan fullscholarship atau beasiswa penuh. Mahasiswa sama sekali tidak dibebani biaya kuliah dan justru mendapat uang bulanan.

Uang bulanan tiap mahasiswa 840 SAR untuk S1. Apakah uang ini cukup untuk biaya hidup? Jawabanya insya Allah lebih dari cukup, karena selain telah disediakan asrama gratis.

Mahasiswa juga mendapat subsidi makan di kantin kampus. Misalnya di King khalid University, sekali makan di kantin kampus 4 SAR untuk pagi, 5 SAR untuk siang dan 1 SAR untuk malam. Jadi untuk makan 3x sehari selama 1 bulan maka hanya akan menghabiskan 10 SAR × 30 hari = 300 SAR/bulan untuk pengeluaran makan di kantin kampus. Ada sisa uang 540 riyal. Itu bisa buat umrah dan keperluan2 lainnya.

Universitas di Arab Saudi juga memberikan tiket pesawat pulang pergi gratis tiap tahunnya saat liburan musim panas bagi mahasiswa internasional yang ingin kembali negaranya masing-masing.

Kehidupan Mahasiswa
Durasi belajar untuk S1 sekitar 4-6 tahun, S2 sekitar 2-4 tahun dan S3 sekitar 4-6 tahun.

Beberapa kampus mewajibkan program i’dad lughowi atau kelas persiapan bahasa Arab sebelum memasuki program S1, biasanya maksimal 2 tahun minimal 1 tahun, tergantung tahdid mustawa atau tes penempatan yang dilakukan setelah diterima di universitas.

Bagaimana untuk peluang calon mahasiswa yang tidak bisa bahasa Arab?I’dad lughowi disediakan khusus untuk calon mahasiswa yang tidak bisa ataupun baru sedikit bisa bahasa Arab.

Di sini akan diajarkan bahasa Arab mulai dari mengenal huruf hijaiyah hingga mahir dalam berbahasa. Jadi untuk lulusan SMA/SMK/STM tidak perlu khawatir, karena insya Allah peluangnya ada. Tinggal nanti dicari saja universitas yang menyediakan i’dad lughowi, salah satunya adalah KSU.

Bahasa pengantar untuk program S1 kebanyakan berbahasa Arab, khususnya untuk jurusan keagamaan, namun ada juga yang menggunakan bahasa Inggris, seperti jurusan sains.

Sedangkan untuk program S2/S3 kebanyakan menggunakan pengantar bahasa Inggris, tapi untuk jurusan keagamaan tetap menggunakan bahasa Arab.

Satu yang unik lagi dari kuliah di Arab Saudi adalah mengharuskan adanya mahram untuk mahasiswi. Mahram bisa suami, ayah, kakak laki-laki, adik laki-laki dan lain-lain. Mahram ini yang nanti akan mendaftarkan perempuannya, dan mahram juga yang akan menjadi jaminan untuk perempuannya.

Jumlah mahasiswa Indonesia di Arab Saudi sekitar 1400-an dengan jumlah terbanyaknya di UIM sebanyak 1000-an orang.

Komposisinya beragam, mulai dari peserta persiapan bahasa sampai S3. Mahasiswa Indonesia memiliki organisasi yang disebut PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) baik di lingkup negara (PPMI Arab Saudi), maupun lingkup kota atau cabang .

Universitas di Arab Saudi
Dahulu mungkin kebanyakan orang Indonesia hanya mengenal Universitas Islam Madinah (UIM) yang berada di kota Madinah dan Universitas Ummul Quro (UQU), yang berada di kota Mekkah.

Namun sekarang sudah cukup banyak universitas Arab Saudi yang mulai dikenal. Universitas-universitas itu membuka pendaftaran bagi mahasiswa asing atau non-Saudi. Dan hampir seluruh mahasiswa Indonesia yang belajar di Arab Saudi mendapatkan beasiswa penuh (full scholarship) dari kerajaan Arab Saudi.

Mahasiswa Indonesia sendiri tersebar di 16 kota dan 19 universitas di Arab Saudi:

  1. King Saud University (KSU), Riyadh
  2. Imam Suud University, Riyadh
  3. Madinah Islamic University (UIM), Madinah
  4. Taibah University, Madinah
  5. Ummul Quro University, Makkah
  6. King Abdul Aziz University, Jeddah
  7. King Abdullah University for Science and Technology (KAUST), Jeddah
  8. King Fahd University for Petroleum and Minerals (KFUPM), Dhahran
  9. Imam Abdurrahman bin Faisal University, Dammam
  10. Qassim University, Burraydah
  11. Sulaiman Ar Rajhi College, Bukhairiyah
  12. Jazan University, Jazan
  13. Majmaah University, Majmaah
  14. Thaif University, Thaif
  15. King Khalid Univeristy, Abha
  16. Prince Sattam University, Al Kharj
  17. Najran University, Najran
  18. Tabuk University, Tabuk
  19. Al Jouf University, Al Jouf

Info lebih lengkap tentang universitas dan perguruan tinggi lainnya di Arab Saudi dapat diakses di website resmi Kementrian Pendidikan Arab Saudi (www.moe.gov.sa).

Persyaratan Penerima Beasiswa
Syarat-syarat yang berlaku bagi calon mahasiswa lokal juga berlaku bagi calon penerima beasiswa dari luar Arab Saudi, sebagai berikut:

  1. Usia minimal 17 tahun, maksimal 25 tahun dan mengikuti kursus bahasa arab pada lembaga yang diakui, untuk strata satu (S1).
  2. Untuk strata dua (S2) usia maksimal 30 tahun, dan 35 tahun untuk strata tiga (S3).
  3. Izin resmi dari pemrintah setempat bagi calon mahasiswa yang berasal dari negara yang mewajibkan syarat yang sama untuk pelajar Saudi yang ingin belajar di negara itu.
  4. Tidak menerima sejenis dari lembaga pendidikan lain di Arab Saudi.
  5. Legalisir ijazah dan dokumen-dokumen resmi lainnya dari pihak yang berwewenang.
  6. Tidak pernah di-drop out dari salah satu perguruan tinggi Arab Saudi.

Persiapan Pendaftaran di Universitas di Arab Saudi
Apa yang perlu dipersiapkan? Masing-masing universitas, strata, fakultas dan jurusan memiliki syarat dan spesifikasi tersendiri. Pada umumnya berkas yang diperlukan untuk mendaftar S1 di universitas Arab Saudi adalah:

  1. Paspor.
  2. Ijazah SMA atau sederajat (terjemah ke bahasa Arab).
  3. Transkip nilai (terjemah ke bahasa Arab).
  4. Pas photo.
  5. Surat rekomendasi dari lembaga atau tokoh nasional (berbahasa Arab)

Adapun untuk S2/S3 berkas yang diperlukan seperti:

  1. Paspor
  2. Ijazah S1/S2 (terjemah ke bahasa Arab/Inggris)
  3. Transkip nilai (terjemah ke bahasa Arab/Inggris)
  4. TOEFL atau IELST
  5. Pas photo
  6. Surat rekomendasi dari dosen

Berkas-berkas di atas adalah yang harus disiapkan untuk mendaftar kuliah di Arab Saudi. Adapun untuk berkas tambahan tergantung masing-masing kampus. Persyaratan dapat berubah sewaktu-waktu.

Cara Mendaftar
Sistem pendaftaran kebanyakan dilakukan secara online. Jadi cukup mengirimkan berkas lewat portal khusus untuk pendaftaran online universitas yang dituju.

Informasi pendaftaran dan jurusan yang ditawarkan biasanya telah tersedia di website masing-masing universitas.

Selain mengirim berkas, sebagian universitas memerlukan muqobalah (wawancara) baik lewat telpon atau bisa juga seperti UIM yang melakukan muqobalah langsung di Indonesia atau di kampusnya sendiri.

  1. Untuk tata cara mendaftar prosesnya kurang lebih sama untuk setiap universitas.
  2. Masuk ke website resmi untuk pendaftaran
  3. Baca dengan seksama dan ikuti langkah-langkah pendaftaran
  4. Isi formulir online yang tertera seperti nomor paspor, nama, nomor telepon, email, dan sebagainya. Upload berkas-berkas yang diperlukan satu per satu dalam format pdf
  5. Setelah semuanya selesai biasanya akan muncul nomor pendaftaran milik kita, lalu simpanlah. Biasanya, Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) akan menginformasikan daftar nama calon mahasiswa melalui website atau media sosial.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh Pemohon Beasiswa
Di antara syarat-syarat calon mahasiswa adalah sebagai berikut:

  1. Berkelakuan baik.
  2. Berjanji untuk mentaati semua peraturan universitas.
  3. Lulus tes kesehatan dan lulus tes yang diadakan oleh otoritas yang bersangkutan.
  4. Memiliki ijazah SMU atau yang setara dengannya dari dalam Saudi ataupun dari luar Saudi.
  5. Berkomitmen fokus penuh untuk belajar.
  6. Masa lulus dari SMU tidak lebih dari lima tahun.
  7. Usia tidak melebihi 25 tahun daftar S1.
  8. Melengkapi persyaratan-persyaratan lain yang ditentukan oleh Universitas yang diumumkan saat pendaftaran.
  9. Bagi pemohon yang Ijazah SMU-nya dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Kerajaan Saudi Arabia, ia harus memiliki sertifikat lulus uji kemampuan.

Beberapa Pertanyaan Terkait
Q: Berapa lama pengumuman penerimaan calon mahasiswa baru?

A: Pengumuman nama-nama yang lulus tidak bisa ditentukan, itu kembali kepada pihak universitasnya, ada yang kurang dari setahun, ada yang sampai 4 tahun baru namanya keluar.

Maka, tidak perlu fokus menunggu pengumuman 1 universitas saja, ketika ada universitas yang buka pendaftaran, usahakan daftar, Biasanya sebagian ada universitas mengumumkan kelulusan lewat email.

Buat satu email yang dikhususkan untuk daftar beasiswa, agar tidak terlewatkan jika ada pengumuman terkait penerimaan pendaftaran.

Q: Apakah ketika kuliah kita boleh sambil kerja?

A: Ketika kuliah di saudi kita dapat visa pelajar, bukan visa kerja. Jika diketahui menyambi kerja secara ilegal, terancam di blacklist dan tidak bisa melanjutkan studi lagi di Saudi.

Q: Ketika membawa istri, apa saja fasilitas yang didapat? Apakah sama?

A: Universitas menyediakan asrama untuk mahasiswa yang membawa istri, dan ini biasanya diperuntukkan untuk yang kuliah S2 dan S3.

Q: Apakah setiap Jami’ah ada kelas i’dad?

A: Tidak semuanya universitas di Saudi menyediakan kelas persiapan bahasa, seperti contohnya Universitas Najran. Yang belum bisa bahasa arab silahkan daftar di universitas yang menyediakan persiapan bahasa seperti Universitas Islam Madinah, Universitas Ummul Qura, Universitas Malik Khalid, dll.

Q: Di 19 universitas yg disebutkan, kenapa tidak di sebutkan Northern Border University? Saya pernah dapat email dari universitas tersebut untuk melengkapi berkas, tapi saya belum mendapatkan informasi apa-apa tentang keadaan universitas itu.

A: Semoga Allah memudahkan urusan antum. Untuk lebih jelasnya coba hubungi pihak PPMI saudi di Instagram PPMI SAUDI.

Q: Mohon referensi universitas yang bagus utk memperlajari tarikh.

A: Silahkan ke Universitas Islam Madinah, Untuk belajar dengan membaca buku buku sejarah seperti kitab Bidayah wa Nihayah, Rahiqul Makhtum, dan lain-lain.

Q: Kalau S1 jurusan Pendidikan Agama Islam, apakah bisa melanjutkan S2 di Timur Tengah?

A: Bisa, yang penting berusahalah untuk daftar dan jangan lupa doa.

Q: Apakah bisa mendaftar dua jurusan (agama dan umum) di satu universitas?

A: Allahu a’lam, in syaa allah tidak apa-apa.

Q: Universitas mana saja yang membuka beasiswa S2 untuk perempuan?

A: Coba ditanyakan ke IG: @ppmi.raidah (akun milik mahasiswi yang menuntut ilmu di Arab Saudi).

Q: Bagaimana proses untuk melakukan syarat-syarat dari permohonan beasiswa tersebut? Dan apa saja yang jadi pertimbangan untuk dapat diterima di universitas tersebut?

A: Beasiswa di Arab Saudi sifatnya untung-untungan, ada yang pintar tapi belum Allah takdirkan ke sana, ada juga teman kami yang bahasa Arabnya masih kurang alhamdulillah lulus masuk S2 di King Khalid University. Semuanya kehendak Allah. Maka mintalah kepada Allah dan jangan putus asa! Usahakan lengkapi terjemahkan berkas dan lengkapi persyaratan-persyaratan sebaik mungkin, karena itu bisa jadi pertimbangan kesungguhan kita untuk kuliah di Arab Saudi.

*) Ditulis oleh Muhammad Zahid Abdillah, Mahasiswa King Khalid University, Abha, Arab Saudi.

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait