Warga Negara Israel boleh Masuk ke Arab Saudi Secara Resmi, Menurut Siapa?

  • News Admin
  • 27 Januari 2020
  • 928 Views
Warga Negara Israel boleh Masuk ke Arab Saudi Secara Resmi, Menurut Siapa?

Setidaknya, dua media nasional, vivanews dan bbcindonesia memberitakan bahwa warga Israel boleh masuk ke Arab Saudi. Validkah berita ini?

Dari situs bbcindonesia, berita ini sudah dishare lebih dari 200 kali, disukai 881 netizen. Tampaknya, warganet senang dan gembira dengan kabar berita ini.

Pertanyaanya, apakah benar berita tersebut dapat diverifikasi kebenarannya?

Padahal sumber berita tersebut hanya tunggal: Menteri Dalam Negeri Israel, Aryeh Deri. Uniknya, yang mengatur pelarangan atau perizinan adalah Israel, bukan Saudi.

BBCIndonesia menulis: “Dalam pernyataan yang dirilis Kementerian Dalam Negeri (Israel), izin masuk warga Israel ke Arab Saudi berlaku selama sembilan hari, tetapi pernyataan itu kemudian diklarifikasi bahwa izin berlaku selama 90 hari.”

Kemana etika portal berita sekelas BBC yang tidak menkonfirmasi ke pihak Arab Saudi sebagai “cover both sides“?

Ini baru BBCIndonesia, portal mainstream lainnya besar kemungkinan akan melakukan hal yang sama. Semuanya hanya terjemahan dari media asing, di antaranya dari Israel itu sendiri.

Uniknya lagi, time of israel misalnya, menulis:

وليس من الواضح ما إذا كان النظام الجديد سيسمح للإسرائيليين في الواقع بزيارة المملكة السعودية، حيث أن الرياض تمنع عموما الرعايا الإسرائيليين من زيارة البلاد ولم تصدر إعلانا بتخفيف تلك القيود

“Tidak jelas apakah dengan peraturan ini, diizinkannya warga Israel saat ini berkunjung ke Saudi, sementara Riyadh melarang secara umum seluruh rakyat Israel (yang berpaspor Israel, red) berkunjung ke Saudi dan belum ada pengumuman yang dirilis untuk meringankan (merubah, red) peraturan tersebut.”

Bagaimana kebenarannya? Jadi jelas, ini klaim sepihak dari Israel, yang mengizinkan warganya ke Saudi. Perizinan tersebut adalah hak Israel, sebagaimana juga Arab Saudi berhak melarang warga Israel berkunjung ke negaranya.

Sampai tulisan ini diturunkan, belum ada rilis resmi dari pemerintah Arab Saudi terkait perubahan aturan oleh Israel di atas. Sementara mayoritas media mainstream dunia, sudah bersemangat mem-blow up dengan judul serupa.

Sekali lagi, tidak ada satupun media mengutip pernyataan dari Arab Saudi, kecuali sepihak keinginan pemerintah Israel yang membolehkan warganya berpergian ke Saudi. Belum tentu pemerintah Saudi sudi menerimanya, bukan? jll

Tema Terkait