Saudi Deportasi Warga Uighur ke Cina

  • admin
  • 28 Januari 2020
  • 1289 Views
Saudi Deportasi Warga Uighur ke Cina

Judul berita ini sangat menarik untuk dibaca isinya. Tetapi sayang, tidak ada satupun konten beritanya terkait judul provokatif tersebut. Bersumber dari Deutsche Welle (DW), diterjemahkan dan diterbitkan kembali oleh detikNews.

Isi berita tersebut menceritakan seorang mahasiswa Uighur yang tidak memperpanjang paspor di Kedutaan Besar Cina di Riyadh. Kabarnya, perwakilan Cina di Arab Saudi berhenti memperpanjang paspor minoritas muslim Uighur sejak lebih dari dua tahun lalu.

Paragraf selanjutnya, artikel di detikNews tersebut bercerita tentang usaha warga Uighur memperjuangkan hak perpanjang paspornya ke Kedutaan Cina di Riyadh.

Tiba-tiba lompat ke subjudul: “Kampanye Internasional Anti Uighur.” Isinya opini penulis tentang kedekatan Arab Saudi dan Cina. Dampaknya, Riyadh membuat gentar kaum Uighur di Arab Saudi.

Dalam artikel terjemahan tersebut, tidak ada satupun ditemukan kalimat atau pernyataan bahwa Saudi menderpotasi warga Uighur. Yang ada, sekedar tuduhan, seperti biasa, tanpa disertai bukti.

Berita seperti ini, atau lebih tepatnya tulisan opini, hanya menuding pemerintah Saudi mengusir warga Uighur. Padahal tidak ada bukti, nihil fakta dan isinya hanya tudingan tidak berdasar.

Kedutaan Cina di Riyadh menolak perpanjang paspor, karena setiap warga Uighur yang berada di luar negeri Cina tidak dianggap sebagai warga negaranya lagi. Ini adalah urusan internal Cina. Tidak ada satupun yang dideportasi oleh Saudi karena hal tersebut.

Adapun di Saudi, warga manapun dipersilahkan bermukim, belajar atau bekerja. Ada prosedurnya, sebagaimana negara-negara lain di dunia.

Tidak ada deportasi mahasiswa dari Uighur dari Arab Saudi. Fakta yang sebenarnya adalah kezaliman pemerintah Cina yang tidak mengakui warga Uighur sebagai warga negaranya lagi. Oleh karenanya tidak diberi identitas, paspornya tidak dapat diperpanjang.

Arab Saudi, sudah lama dikenal menampung kaum muslimin pemohon suaka. Mulai muslimin Rohingya, yang dikenal Barmawi, sudah puluhan tahun menetap di Makkah.

Salah satu pemimpin yang lari saat revolusi Arab pun, diterima di Jeddah. Zakir Naik yang diburu pemerintah India, disambut dan dihormati sedemikian rupa di Saudi. Saudi pun telah menampung jutaan warga Suriah dan Yaman sejak awal konflik.

BACA: BERAPA JUTA WARGA ASING DITAMPUNG DI ARAB SAUDI

Tentunya, kita semua tahu HRS, Habib Riziq Shihab. Beliau dan keluarganya pun aman dan nyaman, betah tinggal di Makkah sampai hari ini. Padahal izin tinggalnya, pasti sangat istimewa.

Jadi, tulisan di media yang mendiskreditkan Saudi seperti yang dilansir detikNews di atas, bukan hal baru. Yang baru jika ada media memberitakan hal positif tentang Arab Saudi. Cerdaslah dalam membaca media! AF

Tema Terkait