Pemutarbalikkan Sejarah, Propaganda Film Al-Jazeera Menyerang Arab Saudi

  • 4 Februari 2020
  • 1,879 view
Pemutarbalikkan Sejarah, Propaganda Film Al-Jazeera Menyerang Arab Saudi

Proyek film digarap oleh kanal televisi Al-Jazeera, yang berpusat di Dhoha, Qatar. Film tersebut menceritakan peristiwa berdarah pembajakan Masjidil Haram oleh Juhaiman. Mengapa banyak kontradiksinya?

Dengan biaya yang sangat besar, Al-Jazeera memproduksi film yang penuh muatan politik untuk menyerang Arab Saudi. Berikut 5 kontradiktif terbesar dalam film tersebut.

Pertama, munculnya Pangeran Muhammad bin Salman, dalam salah satu adegan film yang menceritakan peristiwa 40 tahun lalu.

Film ini ingin membuat kesan MBS ikut bertanggung jawab atas peristiwa itu semua. Padahal, MBS baru lahir beberapa tahun setelahnya.

Kedua, kesalahan fatal menggunakan lokasi Masjidil Haram terkini, bukan pada saat Juaiman beraksi membajaknya.

Jadi tampak kebodohannya, seperti ditampilkannya lokasi perluasan masjid King Fahd, yang baru dibangun 10 tahun setelah peristiwa berdarah tersebut terjadi.

Ketiga, sumber yang diwawancari Al-Jazeera, Paul Barrell asal Prancis memberikan keterangan yang bertolak belakang dengan apa yang dia katakan sendiri pada saat wawancara dengan BBC tahun 2017.

Barrell ke Al-Jazeera menyampaikan bahwa pasukan Prancis ikut membantu membebaskan Masjidil Haram dengan ikut masuk ke Tanah Haram Makkah. Keterangan ini bertolak belakang pada tiga tahun yang lalu saat dia sampaikan di BBC.

BACA: JUHAIMAN SANG PEMBAJAK MASJIDIL HARAM

Keempat, Barrel patut dipertanyakan sebagai narasumber yang kredibel untuk Al-Jazeera. Mengingat dia terlibat dalam beberapa kepentingan Qatar, seperti dalam upaya penggulingan pemerintah Qatar.

Kelima, yang paling bahaya, yaitu film ini menggiring penontonnya agar menganggap Juhaiman merupakan korban dari peristiwa tersebut.

Tentu saja ini melawan fakta yang sebenarnya, bahwa sabotase Masjidil Haram, bukan saja berhadapan dengan pemerintah Arab Saudi, tetapi pernyataan permusuhan dan perang kepada kaum muslimin dunia.

Tontong kontradiksinya yang tampak terang benderang di sini:

https://youtu.be/SZCJNoMRE0c

Ditulis oleh: admin

Konten Terkait