Hari Minggu, Bukan Hari Libur di Arab Saudi

  • 7 Februari 2020
  • 1,112 view
Hari Minggu, Bukan Hari Libur di Arab Saudi

Sebagian besar pondok pesantren di Indonesia meliburkan santrinya di hari Jum’at. Bagaimana jika libur hari Jum’at diterapkan di sebuah negara, ya, seperti di Kerajaan Arab Saudi?

Di negara-negara Arab, umumnya hari Jum’at adalah hari libur nasional. Inilah tradisi sekaligus ajaran agama Islam, menjadikan Jum’at sebagai sayyidul ayyam (pemimpin seluruh hari), hari libur sepekan sekali.

“Sesungguhnya hari Jumat itu adalah pemimpin seluruh hari dan hari paling mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Ibnu Majah 1137 dan dishahihkan al-Albani).

Jika tiba pagi hari Jum’at, jalanan di kota-kota Arab menjadi sepi. Pusat perbelanjaan dan pertokoan tutup, masyarakat jarang terlihat di luar rumah.

Baru menjelang waktu Dzuhur, tampak kaum muslimin berbondong-bondong menuju masjid Jami’ untuk Jum’atan. Selain ramai berjalan kaki, kendaraan roda empat merupakan sarana transportasi yang paling utama.

Adzan pengingat untuk bersiap jum’atan dikumandangkan 1 jam sebelum waktu khatib naik mimbar atau waktu shalat dzuhur. Sejam kemudian dikumandangkan adzan dan khatib pun berkhutbah.

Menariknya, masjid-masjid di dalam satu kota di Arab Saudi bisa berbeda memulai shalat Jum’atnya.

Di masjid yang berlokasi di tengah pasar, paling cepat selesai Jum’atan. Sementara di masjid di dalam komplek perumahan warga, bisa lebih lambat.

Saksikan pengalaman TKI di vlog di bawah ini untuk melihat suasana di pagi hari dan Jum’atan di beberapa masjid di dalam satu kota.

Ditulis oleh: admin

Konten Terkait