Video: Kesedihan Warga Arab Saudi Setelah Masjid Ditutup Karena Corona

  • 18 Maret 2020
  • 6,637 views
Video: Kesedihan Warga Arab Saudi Setelah Masjid Ditutup Karena Corona

Keputusan Haiyah Kibar Ulama Arab Saudi menghentikan shalat Jumat dan sholat berjamaah di masjid, disambut dengan perasaan sedih yang mendalam oleh warga Arab Saudi. Di negara, di mana masyarakat terbiasa menghentikan aktivitas sehari-harinya ketika mendengar adzan, untuk menunaikan shalat di masjid.

Keputusan terbaru guna menghentikan penyebaran virus Corona di Arab Saudi ini, hanya membolehkan dikumandangkan adzan di masjid. Lafaz muadzin pun ditambahkan “shalatlah di rumah Anda.”

Setidaknya, keputusan ini mendapatkan resonansi luas di Arab Saudi, yang sebagian besar ulamanya berpendapat bahwa pria wajib menunaikan shalat lima waktu di masjid kecuali udzur syar’i.

Tidak sedikit warga Saudi mengungkapkan perasaan sedih atas keputusan baru tersebut di akun media sosialnya. Hal ini karena mereka tercegah melangkahkan kaki ke masjid, segera setelah keputusan tersebut dirilis.

Netizen lainnya mendokumentasikan suara adzan di lingkungan mereka, ketika muadzin mulai mengumandangkan “ash-sholah fi buyutikum.”

Sejumlah muadzin tampaknya ikut larut dipengaruhi suasana sedih tersebut. Ini tampak dari suara kumandang adzan mereka yang tersendat-sendat karena isak tangis.

Yang tak luput terdokumentasikan, di saat masjid mulai ditutup pada shalat Isya hari Sealasa (17/3), didapati seorang pekerja warga Pakistan bersimpuh berdoa di depan pintu masjid setelah adzan Isya.

Netizen yang mengupload foto tersebut tidak mampu berkata-kata, menulis: “foto lebih kuat menyampaikan pesan daripada kata-kata.”

Di Arab Saudi, di mana sekitar 30 juta orang tinggal, terdapat kurang lebih 100.000 masjid. Sebagian besar terletak lingkungan perumahan dan digunakan untuk shalat lima waktu.

Sementara shalat Jumat di masjid Jami’, berjumlah sekitar 17 ribu masjid. Selain diadakan sholat Jumat, juga tempat halaqah al-Quran, ceramah dan pelajaran agama.

Undang-undang di Arab Saudi mengharuskan penutupan toko dan pusat perbelanjaan saat tiba shalat lima waktu. Ketika itulah, masjid-masjid ramai oleh jamaah setiap hari.

Menurut data terakhir Kementerian Kesehatan, jumlah infeksi virus Corona yang terdaftar di Arab Saudi sampai hari Selasa (17/3) ini, menjadi 171 kasus, di mana baru 6 yang dinyatakan pulih, sementara sisanya masih diisolasi dan perawatan.

Sebelumnya, Arab Saudi telah menghentikan aktivitas umrah dan penerbangan ke luar negeri, meliburkan siswa dari jam belajar di sekolah, memberlakukan cuti bagi karyawan pemerintah, serta menutup seluruh toko dan pusat perbelanjaan, kecuali apotek dan toko sambako. Ini semua merupakan bagian dari serangkaian tindakan untuk memerangi virus corona. erem

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait