Ini Cuitan Imam Baru Masjid Quba, Pengganti Syaikh Shaleh Al-Maghamisi

  • 31 Maret 2020
  • 3,787 views
Ini Cuitan Imam Baru Masjid Quba, Pengganti Syaikh Shaleh Al-Maghamisi

Satu hari paska Syaikh Shaleh Al-Maghamisi dilengserkan sebagai imam dan khatib di Masjid bersejarah, Quba, di Madinah al-Munawwarah, penggantinya, Syaikh Dr. Sulaiman al-Ruhaili, menulis di akun twitternya. Beberapa kalangan menilai cuitannya merupakan refleksi alasan mengapa imam sebelumnya diganti.

Syaikh Al-Ruhaili mengatakan, “Di antara apa yang membedakan Ahlu Sunnah dan Ahlu al-hawa wal bid’a dalam mengutarakan sesuatu; mendengar dan taat kepada pemimpin selama tidak bermaksiat kepada Allah, menjaga wibawa pemimpin, menghormati penguasa, menasehati para penguasa sesuai kepantasan kedudukannya secara diam-diam, tidak menjelek-jekkan penguasa secara eksplisit maupun implisit di atas mimbar-mimbar dan media sosial.”

Tidak sedikit netizen Saudi mengomentari cuitan Syaikh al- Ruhaili. Mereka beranggapan twit tersebut ditujukan kepada Al-Maghamisi, yang pada hari Jum’at (27/3) sebelum dicopot dari jabatannya, menulis tuntutan agar pemerintah Arab Saudi membebaskan orang-orang yang ditahan dalam penjara.

Meski tidak dirinci siapa “yang bersalah” dan “para tahanan” yang dimaksud, seruan ini senada dengan kampanye kelompok sebuah organisasi yang telah dilarang di Arab Saudi. Seperti dikomando, pada hari yang sama setelah dzuhur, digemakan seruan serupa di media sosial.

Al-Maghamisi kemudian menghapus cuitannya satu hari kemudian. Dia mengungkapkan telah keliru menulis hal tersebut, sebagaimana pengakuannya di cuitan di hari berikutnya.

Imam baru Masjid Quba, Syaikh Sulaiman al-Ruhaili adalah profesor dan Ketua Fatwa di Studi Pascasarjana Universitas Islam Madinah. Beliau juga pengajar di Masjid Nabawi.

Selain mengomentari pemakzulan Al-Maghamisi, beliau juga menulis di twitternya: “Saya berterima kasih kepada Yang Mulia Menteri Dr. Abdul Latif Al-Syaikh atas ketulusannya sebagai pemimpin kami, serta kegigihannya dalam menjalankan amanah dengan mengharap Allah dan semoga menetapkan tunjuannya yang mulia, atas bantuan untuk menyeru kepada perbaikan dan tidak merusak, menyatukan barisan untuk memuliakan rumah-rumah Allah. Kemudian saya berterima kasih atas penetapan saya sebagai imam dan khatib untuk Masjid Jami Quba, saya memohon kepada Allah (semoga dapat menjalankannya) dengan ikhlas.” jll

Ditulis oleh: News Admin