Kibar Ulama di Saudi Berfatwa Istri Berhak Menendang Suaminya Menghindari Corona, Menurut Laporan Berita

  • admin
  • 3 April 2020
  • 3866 Views
Kibar Ulama di Saudi Berfatwa Istri Berhak Menendang Suaminya Menghindari Corona, Menurut Laporan Berita

Saat dunia sedang gencar-gencarnya memerangi coronavirus, media tidak berhenti mencuri kesempatan menulis laporan berita tendesius dan palsu terhadap Arab Saudi. Di antaranya, memelintir fatwa ulama kibar Arab Saudi.

Kali ini, media caping.co.id, sindonews dan detik didapati memelintir fatwa Syaikh Abdullah al-Mutlaq, salah satu anggota Ulama Kibar di Arab Saudi.

Portal berita yang bisa dibuka melalui aplikasi tersebut, menulis: “seorang wanita bahwa dia berhak menendang suaminya keluar dari ranjang atau tempat tidur jika sang suami tidak mematuhi aturan social distancing untuk mencegah penyebaran COVID-19.”

  Padahal, Syaikh Abdullah al-Mutlaq mengatakan bahwa:

لا إثم على الزوجة في حال امتناعها عن فراش الزوجية بسبب خوفها من عدوى “كورونا” من زوجها الذي لا يلتزم بالبقاء في المنزل

“Istri tidak berdosa jika menolak ajakan suami ke tempat tidur karena khawatir tertular virus corona dari suaminya yang tidak patuh untuk stay at home.”

Simak videonya:

Penulis di Caping dan sindonews tidak paham bahasa Arab atau sengaja memelintir terjemahannya. Kata laa itsma (tidak berdosa) diterjemahkan dengan “berhak menendang.” Sebuah kebodohan yang terang benderang.

Tulisan di kedua media tersebut terlihat miskin ilmu bahasa. Sepertinya mengandalkan mesin penerjemah, daripada pemahaman penulisnya.

Seperti misalnya, di paragraf kedua, Caping menulis: “dalam acara perilisan dekrit keagamaan di stasiun televisi.” Padahal yang dimaksud acara “fatawa” yang biasa disiarkan di televisi di arab Saudi.

Di detik.com juga sama menulis serupa: “Seorang ulama terkemuka Arab Saudi mengatakan bahwa wanita berhak mengusir suaminya dari ranjang jika dia tidak mematuhi aturan social distancing untuk mengendalikan virus corona.”

Sebagaimana media-media provokator lainnya, selalu menarget Putra Mahkota Mohammad bin Salman (MBS), sebagai biang keladi keburukan di Arab Saudi.

Caping, tak lebih seperti media lain yang berwajah dua. Menampilkan Saudi sebagai negara liberal, yang mulai jauh dari agama untuk pembaca umat Islam.

Tetapi untuk konsumsi masyarakat Barat den sekuler, Saudi digambarkan sebagai negara konservatif, mengekang wanita, dan seterusnya. Wallahul musta’an.

Tema Terkait