Pelaksanaan Haji Tahun Ini: Waspada Media Penyebar Berita Tanpa Sumber Terpercaya

  • 8 April 2020
  • 1,927 view
Pelaksanaan Haji Tahun Ini: Waspada Media Penyebar Berita Tanpa Sumber Terpercaya

Berkali-kali berita yang tidak dapat divalidasi kebenarannya, ditulis beberapa media online dan diviralkan di media sosial.

Di Indonesia, portal berita online menerjemahkannya, ditambahi dengan keterangan resmi lain yang tidak terkait, seakan-akan mendukung informasi hoax-nya.

Ini yang dilakukan oleh laduni.id, sebuah media yang berbasis pada ajaran “ahlussunnah wal jamaah annahdliyah.” Dirilis tanggal 4 April 2020, judul laporan beritanya:

Redaksi laduni mengaku menukil dari sumber safarfeed.com, media berbahasa Arab yang isinya banyak fitnah dan politik adu domba.

Keputusan terkait haji merupakan perkara penting yang dipastikan akan diumumkan secara luas oleh pemerintah Arab Saudi. Untuk itu, mustahil jika Kantor Berita Arab Saudi (SPA) tidak merilisnya.

Dalam hal ini, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, dipastikan mengumumkannya secara terbuka sebagaimana biasanya melalui media resminya.

Sampai tulisan ini diterbitkan, belum ada keputusan final dan resmi dari pemerintah Arab Saudi.

Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Muhammad Saleh Banten, telah menyampaikan perihal pelaksanaan haji tahun ini.

Dia meminta kepada seluruh umat Islam di seluruh dunia untuk bersabar dan menahan melakukan kontrak terkait persiapan haji. Alasannya, semua menunggu kejelasan sampai wabah corona ini selesai.

BACA: Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tanggapi Persiapan Haji Tahun Ini

Adapun nota diplomatik pemerintah Saudi ke pemerintah Indonesia, seperti yang disinggung laduni, isinya senada di atas, perihal untuk menunggu (bersabar) dalam menyelesaikan kewajiban baru hingga jelasnya masalah Corona (Covid-19).

Sementara yang terbaru adalah cuitan dari Pemerintah Makkah. Melalui akun twitter-nya, Imarah Mantiqah Makkah menulis: “Sumber resmi di Kementerian Kesehatan: jika kondisi berbahaya ini terus berlanjut, maka proses pencegahan akan dilanjutkan di dua musim Ramadan dan Haji.”

Cuitan di atas masih belum menunjukkan keputusan akhir terkait bulan Ramadan dan Haji. Semuanya, masih menunggu perkembangan pandemi corona saat ini. aboefakhri

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait