Arab Saudi yang Tak Goyah dan Rahasia Stabilitas Keamanannya

  • News Admin
  • 17 Mei 2020
  • 1424 Views
Arab Saudi yang Tak Goyah dan Rahasia Stabilitas Keamanannya

Arab Saudi dianggap sebagai salah satu negara paling disalahpahami di dunia. Media sayap kiri dan organisasi hak asasi manusia seperti HRW dan Amnesty International telah melakukan banyak hal untuk mencegah Arab Saudi mendapat reputasi yang baik di dunia.

Faktanya adalah bahwa kaum kiri, sosialis dan sebagian “Kelompok Hijau” lebih menyukai ideologi negara-negara Ikhanul Muslimin, seperti Qatar dan Turki, dan juga rezim Iran.

Karena mereka mendapat manfaat dari aktivitas terorisme negara-negara tersebut; perang yang dihasilkan, perdagangan senjata, imigrasi massal, perdagangan manusia, perdagangan organ, dan perdagangan narkoba, untuk menyebut beberapa hal.

Lobi Qatar (IM) di dunia internasional

Ikhwanul Muslimin dan media Barat sekutunya telah lama berusaha menggoyahkan Arab Saudi.

Qatar dan Turki membelanjakan jutaan dolar untuk perusahaan lobi demi merusak reputasi Arab Saudi. Banyak dari perusahaan lobi ini, seperti Mercury Int. yang beroperasi secara global.

Perusahaan pelobi menyediakan konsultan untuk media dan politisi yang menggunakan layanan mereka, misalnya untuk menginformasikan tentang kondisi dan situasi di Timur Tengah.

Sementara itu, karakteristik Saudi adalah ingin mempertahankan identitas, agama, dan budaya. Dan rakyat Saudi sangat sadar bahwa ada upaya internasional untuk merusak budaya dan agama Islam, yang dikaitkan dengan tauhid, dan tidak pernah terkontaminasi oleh sektarianisme.

Untuk menyembunyikan niat buruk Islam politik, yang telah menyusup ke AS dan Eropa, sementara di Timur Tengah tidak laku, misalnya, Facebook merekrut ekstrimis Tawwakol Kemal sebagai oversight committee.

Dia bertugas untuk menyensor konten Facebook, menangguhkan akun, mencegah posting yang tidak sesuai kepentingan Ikhwanul Muslimin, dan juga untuk menyamarkan kegiatan teroris ISIS, AlQaeda, dll, selain menyebarkan ideologi ekstremis mereka sebagai “Islam Sejati”.

Tawwakol Kemal

Warga Saudi pada dasarnya murah hati, mencintai orang lain, mencintai semua orang tanpa diskriminasi, senang bepergian dan belajar tentang budaya yang berbeda.

Keluarga Kerajaan Arab Saudi banyak berinvestasi dalam beasiswa di luar negeri, seperti ratusan ribu pemuda Saudi diberi kesempatan untuk belajar di AS, UE dan negara-negara lain.

Loyalitas warga Saudi kepada kerajaan mereka juga harus ditekankan, karena mereka yakin bahwa kerajaan melindungi kepentingan mereka dan melakukan segala yang mungkin untuk melayani rakyat,

Tetapi mereka didiskriminasi oleh media, kehidupan mereka yang sebenarnya tidak disajikan kepada publik internasional sebagaimana adanya.

Arab Saudi adalah salah satu negara yang paling banyak menyumbang ke negara-negara yang dilanda krisis di seluruh dunia dan telah diakui oleh Bank Dunia sebagai reformer paling top di dunia.

Melalui KSRelief, bantuan Arab Saudi Untuk Dunia

Arab Saudi dulu terdiri dari emirat kecil sampai Raja Abdal Aziz bin Saud menyatukan mereka semua. Dia kemudian meminta putra-putranya untuk menjaga persatuan tersebut. Saudi menganggap diri mereka bagian dari keluarga kerajaan dan cinta mereka untuk keluarga kerajaan tidak bersyarat.

Kakek-nenek Saudi muda adalah Badui miskin, dengan sedikit kemungkinan pendidikan. Dalam 86 tahun, Kerajaan Arab Saudi berhasil memberantas buta huruf dan mengembangkan Arab Saudi menjadi negara kaya dan modern dengan standar tinggi dalam sistem kesehatan dan pendidikan.

Itulah alasan mengapa rakyatnya sangat berterima kasih kepada raja mereka, yang mendorong mereka ingin mempersembahkan budaya dan prestasi yang sangat mereka banggakan kepada dunia.

Tidak ada negara lain yang menguasai Semenanjung Arab sejak diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Meskipun Ottoman telah mencoba beberapa kali dalam perang agresi yang brutal, serta Houtsi di Yaman atas dukungan Iran. Mereka telah menjadi ancaman bagi Arab Saudi dan negara tetangganya Yaman, dalam beberapa tahun ini.

Karena alasan ini, Arab Saudi menginvestasikan banyak uang dalam pembelian senjata dan pertahanan untuk melindungi negara dan rakyatnya.

Adalah kekuatan Arab Saudi untuk mempertahankan identitas dan budayanya, serta berdiri bersatu di belakang keluarga kerajaannya, yang merupakan alasan mengapa mereka enggan terhadap demokrasi. Karena mereka tahu bahwa itu akan menghancurkan persatuan dan kekuatan mereka, yang diperjuangkan dan dicita-citakan oleh Raja Abdul Aziz untuk mereka.

*) Diterjemahkan dari tulisan berjudul “The Saudis’ Unwavering National Pride and their Secret of Stability and Security,” oleh Anna Sacher, Analis dan Komentator Politik Independen yang berbasis di Austria. Dia sering menulis untuk Millichronicle. Kulwit di @RealthingUlli, diterbitkan di millichronicle.com

Tema Terkait