Turkinesia Menuduh Arab Saudi Memiliki Hubungan Dengan Israel

  • 26 Mei 2020
  • 3,042 views
Turkinesia Menuduh Arab Saudi Memiliki Hubungan Dengan Israel

Gelombang fitnah terhadap Arab Saudi tidak pernah reda. Syaikh Fauzan Al Fauzan mengingatkan bahwa orang hasad tidak akan berhenti usahanya, sampai hilang nikmat al-mahsuud (yang dihasadi).

Portal Turkinisia menulis artikel berjudul “Bukan Turki, tapi Saudi yang Promosikan Normalisasi Hubungan Dengan Israel.”

Artikel berjudul prejudice tersebut tidak menampilkan hal baru, seperti bukti atau data yang bisa dipertanggungjawabkan. Hanya mengulang rumor, asumsi, mengait-kaitkan dan tuduhan klise.

Kali ini mengaitkan dengan sinetron drama Um Haroon. Netizen Saudi sendiri banyak yang menolaknya, dijadikan bahan bully di media sosial.

Perhatikan argumentasinya, di subjudul “Ambisi Busuk Dua Pangeran,” MBS dan MBZ dituduh “menyebarkan racun, mencuci otak, mempromosikan kebohongan besar agar Israel dianggap teman dan Palestina adalah musuh” melalui drama tersebut.

Tudingan itu berdasarkan “beberapa percaya….,” “menurut sejumlah analis dan pengamat,” menggunakan sumber anonim majhul, ciri khas media provokator pembenci Arab Saudi.

Jika diminta bukti, apa hubungan kedua Pangeran Saudi dan Emirat itu dengan drama produksi MBC tersebut? Kuatirnya, justru yang dituduh diminta menyajikan bukti bantahannya?!

Ada lagi tudingan Arab Saudi memiliki hubungan mesra dengan Israel, menerima persetujuan proposal damai Donald Trump dan Riyadh mengizinkan wilayah udaranya dilintasi pesawat dari dan menuju Israel.

Ini adalah al-buhtan (dusta) yang besar, informasi hoax yang terus didaur ulang.

Ternyata, Turkinesia tidak berbeda dengan media hater-saudi pada umumnya, hanya mengutip sumber portal online yang sesuai selera, tanpa crosscheck dan cover both sides.

Bantahan tudingan ini sangat mudah, tersebar di banyak sumber yang kredibel. Turkinesia mungkin lupa atau tidak tahu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

البَيِّنَةُ عَلَى الْمُدَّعِي, وَالْيَمِيْنُ عَلَى الْمُنْكِرِ

“Bukti itu harus didatangkan oleh orang yang menduh, dan sumpah itu wajib bagi orang yang mengingkari tunduhan itu.” (HR. Baihaqi).

Silahkan saksikan bantahan dari semua tuduhan Turkinesia di video di bawah ini:

Ditulis oleh: admin