Fungsi dan Nama Pasar di Masa Arab Jahiliyah

  • News Admin
  • 7 Juni 2020
  • 793 Views
Fungsi dan Nama Pasar di Masa Arab Jahiliyah

Fungsi pasar pada masa jahiliyah adalah sebagai tempat para penyair membaca syair-syairnya, majikan memerdekakan hamba sahayanya, atau orang-orang yang meminta perlindungan.

Selain itu, pasar juga menjadi tempat orang yang berselisih mencari keadilan, mencari informasi, pertemuan para pembesar kabilah, dan memamerkan atau membangga-banggakan kabilahnya.

Islam tidak melarang pasar-pasar tersebut, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah datang ke sebagian pasar tersebut untuk berdakwah.

Sebagian dari pasar tersebut tetap bertahan hingga Daulah Bani Abbasiyah.

Para sejarawan berbeda pendapat mengenai jumlah pasa di era jahiliyah. al-Qalqasyandi mengatakan terdapat 8 pasar, tetapi al-Ya’qubi berpendapat 10 pasar, at-Tauhidi mengatakan 11 pasar, sementara al-Marzuqi menyebut 17 pasar, al-Alusi mengatakan 14 pasar dan Muhammad Habib menyatakan 12 pasar.

Berikut ini di antara pasar-pasar tersebut:

  1. Pasar Dumatul Jandal, terletak di al-Jauf, antara Jazirah Arab dengan Syam, dibuka setiap tanggal 1-15 Rabiul Awwal. Pengunjung pasar ini berasal dari Arab, Irak dan Syam.
  2. Pasar Hijr, terletak di Bahrain (Al-Ahsa, Arab Saudi saat ini). Dibuka setiap bulan Rabi’uts Tsani, pengunjungnya banyak berasal dari Arab dan wilayah sekitarnya.
  3. Pasar al-Musyaqqir, terletak di Bahrain (Al-Ahsa, Arab Saudi saat ini), dibuka setiap Jumada al-Ula. Ramai didatangi pengunjung dari Arab dan wilayah sekitarnya, khususnya Persia.
  4. Pasar Oman, terletak di pantai laut Yaman (negara Oman saat ini). Dibuka setiap bulan Jumada ats-Tsaniyah dan 15-30 Ramadan. Banyak dikunjungi suku Azd dan bangsa lainnya.
  5. Pasar Hubasyah, terletak di Tihamah, antara Hijaz dengan Yaman. Dibuka setiap 1-8 Rajab, dengan pengunjung dari berbagai bangsa. Pasar ini merupakan salah satu pasar yang pernah disinggahi oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam perjalanan dagang dengan Khadijah binti Khuwailid sebelum menikah. Pasar ini juga masuk ke dalam jalur perdagangan musim dingin (rihlah syita).
  6. Pasar Sohar, terletak di pantai Oman, dibuka setiap bulan Rajab, banyak didatangi dari berbagai bangsa.
  7. Pasar Dubai, terletak di Teluk Arab, dibuka setiap Rajab sampai 10 Sya’ban, para pengunjung berasal dari India, Sind, Tiongkok dan Arab.
  8. Pasar asy-Syihr, terletak di pantai selatan antara Aden dengan Oman, dibuka setiap 15 Sya’ban. Pasar ini hanya didatangi oleh para pedagang.
  9. Pasar Aden, terletak di selatan Selat Bab el-Mandeb, dibuka setiap 1-10 Ramadan. Pengunjung pasar ini merupakan pedagang dari Arab, Habasyah (Ethiopia) dan Persia.
  10. Pasar Hadhramaut, terletak di antara Oman dan Yaman, dibuka setiap 15-30 Dzulqa’dah. Pengunjungnya berasal dari berbagai bangsa.
  11. Pasar Okaz, terletak di dekat kota Taif, Hijaz, dibuka setiap 1-20/15-30 Dzulqa’dah. Pasar ini merupakan pasar Jahiliyah yang paling terkenal, pusat perdagangan, sosial, sastra yang mempengaruhi bahasa Arab dalam penyatuan dialek mereka. Dikunjungi oleh penduduk dari seluruh Jazirah Arab.
  12. Pasar Majinnah, terletak di dekat kota Makkah, buka setiap tanggal 20-30 Dzulqa’dah. Pusat sosial dan sastra, lebih kecil dari pasar Okaz. Banyak didatangi pengunjung pasar Okaz serta orang-orang yang akan berihram untuk haji.
  13. Pasar Dzilmajaz, Terletak di dekat kota Makkah, dibuka setiap tanggal 1-8 Dzulhijjah. Pengunjungnya adalah para pedagang serta jamaah haji. Dari pasar Dzilmajaz, para pengunjung bergerak menuju ke Mina (hari Tarwiyah) untuk menunaikan ibadah haji.
  14. Pasar Khaibar, terletak di utara Madinah, dibuka setelah musim haji. Banyak dikunjungi warga Arab dan Yahudi.
  15. Pasar Hijr al-Yamamah, terletak di barat al-Bahrain (al-Ahsa, Arab Saudi saat ini) dan selatan Irak (Riyadh, saat ini). Dibuka setiap tanggal 10-30 Muharram, pusat perdagangan, sosial dan sastra, para pengunjung berasal dari Arab.
  16. Pasar Bushra, terletak di Hauran, Syam, dibuka setelah musim haji, antara Muharram dan Rabi’ul Awwal selama 30-40 hari. Pasar ini merupakan pusat perdagangan barang-barang yang berasal dari berbagai negeri, antara lain India dan Habasyah (Ethiopia). Terkenal dengan pedang dan khamr, pengunjungnya para pedagang Arab.
  17. Pasar Dar’a, terletak di Hauran, Syam, dibuka setelah Pasar Bushra, pada musim panas, pusat perdagangan perhiasan, dikenal dengan khamrnya. Pengunjungnya berasal dari pedagang Arab.
  18. Pasar al-Hirah, terletak di utara Kufah, Irak, pusat perdagangan dan hiburan. Terkenal dengan minyak wangi, perhiasan, kuda, barang-barang dagangan dari pasar-pasar Arab dan pasar-pasar negeri lainnya. Pengunjung banyak berasal dari Arab dan Persia.
  19. Pasar al-Mirbad, terletak di Basrah, Irak, merupakan pasar tetap, pusat perdagangan dan sastra, ada hingga zaman Bani Abbasiyah. Dikunjungi para pedagang, sastrawan dan cendikiawan Arab.

*) Dinukil dari tulisan Imam Khairul Annas, dengan beberapa perubahan seperlunya.

Tema Terkait