Halaqah ke-3 Turki Utsmani: Pencurian, Perampokan dan Penindasan di Damaskus dan Kairo

  • 17 Juni 2020
  • 1,868 view
Halaqah ke-3 Turki Utsmani: Pencurian, Perampokan dan Penindasan di Damaskus dan Kairo

Pada halaqah sebelumnya, sempat kita bicarakan apa yang dilakukan pasukan Utsmani di negeri Arab pada saat menguasainya. Pada hakikatnya, itu seperti perbuatan Tatar Mongol ketika menjajah bangsa Arab sebelum mereka.

Sekarang kita akan perkuat bukti sejarah yang menunjukkan kesamaan tersebut. Bukan hanya sekedar mirip, tetapi kecocokan yang dilakukan pasukan Turki Utsmani dalam kejahatan, pencurian, dan penindasan di negeri Arab, dengan bangsa Mongol saat mereka menjajah negeri Arab.

Simak apa yang terjadi di Damaskus ketika dikuasai oleh pasukan Turki.

Ibn Hamsyi, seorang saksi sejarah penjajahan Sultan Sulaiman I dan Sulaiman al-Qanun di Suriah, wafat pada tahun 934 H.

Dalam bukunya “Hawadits Az Zaman Wa Wafiyyaat As Syuyukh Wal Aqran,” dia menggambarkan bagaimana Sulaiman Al -Qanuni menguasai Damaskus pada tahun 927 H.

Dia mengatakan bahwa bala tentara Sultan Sulaiman Al-Qanuni memasuki Damaskus saat gerbang masuk negeri terbuka. Tidak ada seorangpun yang menghadang mereka.

Penduduk Damaskus menyambutnya dengan damai, tidak melakukan perlawanan tetapi menawarkan perdamaian.

Seharusnya, dengan menyerah tanpa perlawanan ataupun peperangan , mereka berhak mendapatkan keamanan.

Akan tetapi, lihatlah apa yang dilakukan bala tentara Turki Sulaiman Al-Qanuni terhadap penduduk Damaskus! Di saat mereka menyambut damai dan menyerahkan diri!

Ibn Hamsyi mengatakan, “saat pasukan Turki Utsmani mendapati pintu gerbang terbuka, tidak ada satupun yang menghadang mereka, seorang perwakilan benteng menemui mereka dengan membawa kunci-kunci benteng, dan diserahkan begitu saja kepada mereka.”

Kemudian, simak apa yang kemudian diceritakan Ibn Hamsyi kepada kalian mengenai kejadian selanjutnya.

“Mereka merampok toko-toko di pasar tanpa menyisakan apapun di dalamnya, bahkan sampai mengambil “qatharmiz,” kotak yang terbuat dari kaca yang biasa digunakan pemilik toko untuk menaruh minyak atau menaruh manisan.”

Ia mengatakan, “sampai-sampai mereka mengambil qatharmiz, merampok rumah-rumah, menghilangkan barnag, tidak ada satupun masyarakat yang selamat kecuali sedikit.”

Penduduk Damaskus mengalami tekanan lebih dahsyat dibandingkan saat penjajahan yang dilakukan Tymour Lang.

Pasukan Turki Utsmani memasuki negeri itu, merampas kain-kain penduduk, barang-barang mereka, merampok toko-toko yang ada di pasar tanpa menyisakan apapun didalamnya, yaitu seperti apa yang dilakukan orang-orang Tatar Mongol.

Kemudian Ibn Hamsyi mengatakan, “Tentara-tentara Turki Utsmani mengambil banyak sekali wanita dari Damaskus, menculik anak-anak dan budak-budak, mereka tidak menyisakan apapun, tidak kuda, tidak juga keledai!

Seorang Sejarawan Suriah, Ibn Tholun As Sholihi, yang wafat pada tahun 935 ia menceritakan apa yang disaksikan dalam bukunya “Mufakahatul Khillan.”

Dia mengatakan menyaksikan perlakukan bala tentara Sultan Salim terhadap penduduk Damaskus, pada tanggal 11 Ramadhan 922 H.

Pasukan itu menyerang warga Damaskus, mengeluarkan warga penduduk dari rumah-rumah mereka, untuk kemudian ditempati oleh tentara-tentara setelah mengusir warga dari rumahnya.

Ibn Tholun mengatakan, “banyak warga dikeluarkan dari rumah mereka, dibuang barang-barangnya ke jalanan, menelantarkan wanita hamil yang mengandung janin di dalam perutnya.”

Terjadi kepedihan terhadap rakyat Damaskus, yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kala itu, penduduk Damaskus terpaksa tinggal di gedung-gedung sekolah dan masjid-masjid. Pasukan Turki mengatakan tidak memandang kecil, besar, tidak menghormati ahli ilmu, Ahlu Qur’an dan yang lainnya.

Simak, bagaimana Ibn Tholun menggambarkan masuknya Sulaiman Al Qanuni beserta tentaranya yang ke Damaskus 927 H.

Dikisahkan bagaimana mereka merempas dan meneror warga penduduk Damaskus.

Ibn Tholun menceritakan di Juz Ke-2 bukunya, kemudian para tentara Turki menyerang orang-orang yang tidak bersalah, perkampungan warga Damaskus. Mereka merusak pintu-pintu rumah, toko-toko, tempat-tempat pembuatan. Merampas harta-harta rakyat, kuda-kuda mereka.

Tidak ada yang selamat dari kekejian pasukan Turki Utsmani kecuali Allah menghilangkan penglihatan mereka hari itu.

Itulah bala tentara Sultan Sulaiman Al-Qanuni, Sultan yang paling agung pada masa Daulah Utsmaniyyah.

Beginilah perbuatan mereka, seperti perbuatan Mongol Tatar; pencurian, perampasan, perampokan, meneror keamanan.

Lantas bagaimana ketika Daulah Utsmani menjajah Kairo di Mesir? Tonton kisah lengkapnya di video berikut ini:

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait