9 Alasan Membela Kerajaan Arab Saudi

  • News Admin
  • 23 Juni 2020
  • 1390 Views
9 Alasan Membela Kerajaan Arab Saudi

Jumlah 9 (sembilan) di judul ini bukan sebagai pembatasan dan bukan berarti tidak ada yang lainnya. Tetapi ini hanya sekedar memudahkan urutan dari prioritas yang banyak.

Membela Kerajaan Arab Saudi pun dilarang berlebihan (ghulw) sehingga menjadi fanatik, selalu membela tanpa mengingkari kekurangan dan keburukannya.

Khairul umuuri awsatuhaa, artinya “sebaik-baik perkara adalah yang pertengahan.” Hadits mauquf ini mengandung pesan agar kita tidak ekstrim (ifraath) tetapi juga tidak meremehkan (tafriith).

Orang banyak mengatakan wasathiyah, inshaf, adil, moderat, atau isilah lain yang sepadan.

Semua hal di atas, tentunya dibangun di atas logika yang sehat, tidak mungkin tanpa akal.

Lantas, apa alasan umat Islam membela Arab Saudi? Berikut di antaranya:

Pertama, Arab Saudi menjadikan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai undang-undang dasar negaranya, tidak menganut demokrasi apalagi sekularisme.

Dalam pasal 34 an-nidzam asasiy Arab Saudi, tegas disebutkan “setiap warga negara berkewajiban membela “al-aqidah al-islamiyah.”

Kedua, Rajanya mendeklarasikan dirinya sebagai Khadimul Haramain, yang mememelihara, yang melayani untuk kaum muslimin seluruh dunia.

Kiranya ada pemimpin terkaya di dunia ini sudi menjadi khadim, pembantu, pelayan, dia adalah Raja Arab Saudi.

Ketiga, kekayaannya tidak dinikmati sendiri, tetapi dirasakan keberkahannya bagi kaum muslimin dan umat manusia dunia.

Lebih dari itu, adalah tanpa pamrih; memberi tidak ingin balasan, bukan bermotif politik atau ekonomi, kecuali mengharap Wajah Allah.

Keempat, Arab Saudi tidak mengkhianati umat Islam karena bersekutu dengan musuhnya, seperti Israel dan Iran.

Dengan negara kafir lainnya? Memahaminya dalam bingkai Ahlu Sunnah wal Jama’ah, yang al-wast baina al-guluw wa at-atanatthu’ wa baina at-tafriet wa at-taqsier.

BACA: Manhaj I’tidal Su’udy (Saudi Moderation Progress)

Kelima, Arab Saudi menegakkan hukum syariah, seperti hudud dan qishosh, bukan hukum positif.

Keenam, Menjalankan al-amr ma’ruf wan-hanyi anil munkar; shalat lima waktu diperhatikan, perjudian, khamr dan prostitusi, apalagi homoseksualitas adalah ilegal.

Ketujuh, peraturan di Arab Saudi mencegah segala bentuk kemaksiatan dalam segala bentuknya, maka tidak heran dibentuk peraturan adab di tempat umum.

Meskipun didapati berbagai kekurangan, bukan berarti menjadi kecenderungan mayoritas, kecuali media yang me-blow up-nya.

BACA: Daftar Peraturan Adab di Tempat Umum dan Ancaman Sanksi Bagi Pelanggarnya

Kedelapan, Arab Saudi adalah negara yang menunaikan hak Allah terhadap hambaNya.

Melarang secara resmi berdirinya tempat ibadah dan bertumbuh kembangnya ajaran yang menyembah selain kepada Allah.

Sembilan, Arab Saudi memberikan kesempatan pelajar di seluruh dunia untuk menuntut ilmu syar’i tanpa dipungut biaya, membuka cabang perguruan tingginya di berbagai belahan bumi, dan seterusnya.

Mufti Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh, dalam satu kesempatan menyatakan:

المملكة أصبحت في فترة وجيزة في مصاف الدول المتقدمة؛ بفضل تمسكها بالشريعة الإسلامية وتطبيقها لأحكامها في سائر شؤون الدولة والرعية.

“Kerajaan Arab Saudi segera menjadi salah satu negara maju. Dengan anugerah tetap menjaga syariat Islam dan menerapkan hukum-hukumnya dalam semua urusan negara dan rakyat.”

Tidak dipungkiri, kemaksiatan, keburukan dan hal-hal negatif lain masih didapati di Arab Saudi.

Tetapi bersikaplah jujur dan logis, apakah Anda menemukan negara lain yang patut dibela lebih baik dari 9 hal di atas?

“Allahumma inni as’aluka hubbaka, wa hubba man yuhibbuka, wal-‘amalalladzi yuballighuni hubbaka. Allahumm-aj’al hubbaka ahabba ilayya min nafsi, wa ahli, wa minal-ma’il-baridi.”

*) Ditulis oleh Abdullah, WNI yang bermukim di Arab Saudi.

Tema Terkait