Parlemen Arab: Kecam Taktik Licik Pemberontak Houtsi Serang Arab Saudi

  • News Admin
  • 25 Juni 2020
  • 893 Views
Parlemen Arab: Kecam Taktik Licik Pemberontak Houtsi Serang Arab Saudi

Parlemen Arab pada hari Rabu (24/6) kemarin, mengutuk serangan berulang dengan rudal balistik dan pesawat tak berawak oleh milisi Houtsi yang didukung Iran ke Arab Saudi.

Parlemen menyerukan PBB untuk memaksa milisi pemberontak Houtsi untuk menghentikan aksi pengecut yang menargetkan warga dan fasilitas sipil di Arab Saudi.

Dalam resolusi yang dikeluarkan di akhir sesi publik tentang perkembangan terbaru di Yaman yang diadakan secara virtual, parlemen juga menganggap rezim Iran harus bertanggung jawab atas pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB.

Di antaranya, terus memasok senjata, rudal balistik ke milisi pemberontak Houtsi, dengan tujuan mengacaukan keamanan di kawasan dan melanggengkan kekacauan di Yaman.

Parlemen menekankan perlunya implementasi ketentuan Perjanjian Riyadh yang ditandatangani antara pemerintah Yaman dan Dewan Transisi Selatan pada November tahun lalu.

Sekaligus menyambut organisasi konferensi donor untuk Yaman oleh Arab Saudi dalam kemitraan dengan PBB awal bulan ini.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan apresiasi terhadap peran Arab Saudi sebagai negara pelopor yang membantu rakyat Yaman. Sekaligus penyandang dana terbesar dari rencana bantuan kemanusiaan PBB di Yaman.

Arab Saudi tercatat mendonasikan sekitar $ 17 miliar sejak awal krisis pada tahun 2014. Baru-baru ini menyumbang $ 500 juta untuk mendukung rencana cepat tanggap kemanusiaan untuk Yaman untuk tahun 2020.

Parlemen Arab juga mengecam taktik licik pemberontak Houtsi, yaitu yang memaksa lebih dari 8.000 warga dari negara-negara Afrika berimigrasi ke Yaman, termasuk perempuan dan anak-anak.

Kemudian Houtsi mendorong mereka ke perbatasan Saudi, tepatnya pada bulan April, sebagai upaya eksploitasi situasi global di tengah pandemi virus corona, merusak perbatasan keamanan Saudi dan memprovokasi organisasi non-pemerintah internasional.

Sementara itu Arab Saudi tetap memberikan penanganan dengan menerapkan standar kemanusiaan dan menyediakan semua layanan kemanusiaan yang diperlukan bagi mereka. SG

Tema Terkait