Kiprah Wanita Saudi yang Terjun di Dunia Militer dan Keamanan

  • News Admin
  • 27 Juni 2020
  • 1833 Views
Kiprah Wanita Saudi yang Terjun di Dunia Militer dan Keamanan

Kiprah wanita Saudi yang bekerja di bidang keamanan publik bukanlah hal baru. Tetapi mereka telah bekerja di sektor keamanan militer dan berbagai departemennya lebih dari 20 tahun di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri.

Saat ini bidang pekerjaan wanita di Saudi merambah di berbagai sektor militer, yang ingin memungkinkan perempuan dan meningkatkan partisipasi mereka dalam angkatan kerja hingga 30% pada tahun 2030.

Kementerian Pertahanan (Wizarah ad-Difaa’)
Langkah paling penting dalam hal ini adalah apa yang diumumkan oleh Kementerian Pertahanan untuk membuka pintu penerimaan dan perekrutan bagi perempuan yang ingin memasuki korps militer dengan pangkat “prajurit pertama, kopral, sersan, dan sersan mayor.”

Selama ini, wanita Saudi selama bertahun-tahun bekerja di Kementerian Pertahanan di sektor non-tempur, seperti spesialisasi medis, budaya dan sosial.

Saat ini, pekerjaan baru yang ditawarkan berhubungan langsung dengan sektor militer dengan syarat lulus ujian penerimaan sesuai dengan pangkat militer.

Keamanan Umum (al-Amn al-‘Aam)
Di sektor ini, wanita Saudi dapat terlibat langsung dalam layanan keamanan publik, termasuk penanggulangan narkoba, departemen penjara, investigasi kriminal, bea cukai, penjaga keamanan di pasar dan rumah sakit pemerintah dan swasta.

Sektor ini bertujuan untuk menangani kejahatan yang dilakukan oleh wanita, seperti interograsi di pos pemeriksaan, memverifikasi identitas nasional dan investigasi.

Lalu Lintas (Murur)
Peran wanita dalam pekerjaan ini terlibat dalam manajemen lalu lintas, terutama paska diizinkannya wanita Saudi untuk mengendarai mobil.

Kehadirannya di sektor ini menjadi suatu keharusan, terutama yang berkaitan dengan penanganan kecelakaan atau pelanggaran oleh pengendara wanita, untuk menjaga privasi.

Calon polisi lalu lintas (Murur) yang berhasil lulus, akan menjalani kursus dasar profesional lanjutan, agar secara profesional dan melakukan pekerjaan sepenuhnya.

Pusat Operasi Terpadu (Markaz Amaliyat al-Muwahhid)
Sejumlah wanita Saudi telah bergabung dengan bagian wanita dari Pusat Nasional untuk Operasi Terpadu sejak didirikan pada tahun 2017.

Saat itu baru 25 orang, dan dalam waktu kurang dari 3 tahun jumlah pegawai negeri wanita mencapai 137 karyawan yang memegang kualifikasi pendidikan sebagai master dalam berbagai bahasa.

Sementara perwira militer yang bergabung dalam King Fahd Security College selama beberapa hari terakhir, telah meluluskan sebanyak 230 personel militer. Jumlah ini akan menambah komposisi wanita di di Pusat Operasi 911 menjadi sekitar 400 orang.

Pusat Operasi Terpadu ini merupakan sektor keamanan baru yang melayani semua orang dan mencakup semua sektor keamanan di beberapa sektor layanan.

Berdirikasi untuk menyediakan layanan yang lebih baik dalam keadaan darurat dan layanan kemanusiaan lainnya, dengan menerima panggilan dan berkordinasi dengan otoritas yang kompeten.

Pertahanan Sipil (ad-Difaa’ al-Madaniy)
Departemen Pertahanan Sipil mendorong wanita Saudi untuk bergabung dalam jajarannya, sebagai upaya mengembangkan budaya pencegahan dan tanggap bencana.

Bagian wanita di Pertahanan Sipil mendapatkan kursus individual dasar dan pelatihan militer khusus.

Pekerjaan wanita di departemen ini terbatas pada inspeksi, pertolongan keselamatan dan inspeksi lokasi di ruang linkup perempuan.

Polisi (Syurthah)
Perempuan Saudi memainkan peran aktif dalam kepolisian, sebagai menerima semua laporan dan komunikasi di kantor polisi.

Untuk polisi yang baru lulus akademi, mereka terbatas dalam pemantauan penculikan anak perempuan, tetapi tidak terlibat langsung dalam kasus pembunuhan dan kekerasan.

Kesiapan polisi wanita dilakukan dengan baik melalui berbagai pelatihan khusus, yang dirancang untuk mempersiapkan mereka di masa depan.

Imigrasi (Jawazat)
Direktorat Jenderal Imigrasi telah menetapkan beberapa standar dan ketentuan khusus bagi calon pegawai perempuan yang mengisi posisi lapangan.

Imigrasi Saudi mendirikan pusat khusus untuk pasca-penerimaan, sebagaimana tahun lalu menerima lebih dari 667 wanita dengan pangkat prajurit yang bekerja di konter imigrasi.

Pada tahun ini, Imigrasi membutuhkan 410 pegawai wanita untuk dipekerjakan ditempatkan di berbagai konter imigrasi.

Lembaga Pelatihan Wanita (Ma’had Tadrib Naswiy)
Lembaga pelatihan wanita pertama untuk keamanan publik dibuka pada 15 Jumada al-Akhera 1440, diresmikan oleh Direktur Keamanan Umum, Letnan Jenderal Khalid bin Qarar Al-Harbi, dan asistennya untuk urusan pelatihan, Mayor Jenderal Abdul Rahman Al-Muhannen.

Tahun ini merupakan wisuda kelulusan sesi kedua, tepatnya pada bulan Safar ke-1441, di Kota Pelatihan Keamanan Publik di Riyadh.

Jumlah lulusannya mencapai 178 tentara wanita, setelah mengikuti pelatihan di Institut Keamanan Publik Wanita.

Lembaga ini melatih kelas wanita untuk pelatihan dasar selama 4 bulan, yang mencakup kurikulum terpadu yang disiapkan oleh Kementerian Dalam Negeri.

Wanita Saudi telah membuktikan bahwa mereka tidak hanya dapat bekerja di bidang pendidikan dan medis atau administrasi lainnya, tetapi juga dapat melakukan pekerjaan keamanan secara efisien dan profesional. sabq

Tema Terkait