6 Energi Terbarukan yang Menjadi Target Visi Saudi 2030

  • News Admin
  • 29 Juni 2020
  • 649 Views
6 Energi Terbarukan yang Menjadi Target Visi Saudi 2030

Beralih ke energi bersih dan terbarukan adalah salah satu tujuan paling penting dari Visi 2030 di Arab Saudi. Berikut beberapa sumber energi terbarukan yang paling penting.

Sejauh ini proyek untuk menghasilkan energi dari yang terbarukan terbatas pada energi nuklir, angin dan matahari.

Pertama, Energi Surya.
Sinar matahari dianggap sebagai sumber energi, semua orang dapat menggunakan dan memanfaatkannya dengan mengandalkan cara dan teknologi, di antaranya:

  • Motor termal.
  • Panel sel fotovoltaik.
  • Transformer fotolistrik.

Contoh: Pembangkit listrik tenaga surya Ouarzazate di Maroko.

Kedua, Energi Angin.
Energi diekstraksi dari angin menggunakan turbin angin (kincir angin), yang pada gilirannya mengubah energi mekanik menjadi energi listrik.

Ini merupakan salah satu sumber energi yang paling bersih dan ramah lingkungan, sering digunakan untuk pertanian, baik di darat atau di laut.

Contoh: Kebun ekstensi Walney Irlandia

Ketiga, Bioenergi. Bioenergi berasal dari yang biasa disebut biomassa, merupakan bahan organik yang menyimpan radiasi matahari dan kemudian mengubahnya menjadi energi kimia, mirip dengan bahan bakar fosil.

Di antara sumber-sumbernya kompos dan alga.

Contoh: Proyek Microsoft untuk mengubah biogas dalam air limbah menjadi energi di Amerika

Keempat, Energi Hidroelektrik. Teknologi ini memanfaatkan energi air untuk menghasilkan listrik.

Dengan mengandalkan energi yang melekat dalam air dan mengubahnya menjadi energi kinetik saat jatuhnya air, sehingga turbin mulai berputar dan menghasilkan energi listrik.

Contoh: Bendungan di Mesir

Kelima, Energi Panas Bumi. Disebut juga sebagai energi bawah tanah.

Jenis energi ini diekstraksi dari dalam perut bumi. Pipa dapat mencapai lima kilometer atau lebih untuk mencapai kedalaman bawah tanah.

Contoh: Stasiun Gunung Api Caravala di Islandia.

Keenam, Energi Nuklir. Ini adalah energi yang dihasilkan melalui fisi reaksi nuklir, kemudian air dipanaskan untuk menghasilkan uap, yang digunakan untuk menggerakkan sirip untuk menghasilkan listrik.

Ini dilakukan dalam reaktor nuklir, yang memiliki spesifikasi khusus untuk mengendalikan interaksi sehingga tidak keluar dari kendali.

Contoh: Reaktor Cattenom di Perancis.

*)Sumber: twit @MHAlgabani

Tema Terkait