Pembelaan Saudi Terhadap Palestina Bukan Hanya Kata-Kata

  • 6 Juli 2020
  • 1,278 view
Pembelaan Saudi Terhadap Palestina Bukan Hanya Kata-Kata

Kurang lebih 3 bulan setelah diturunkan, tentara Saudi yang ditempatkan di sebelah timur Gaza, bisa mendesak tentara Israel.

Tentara Israel terpojok di semua sektor oleh gabungan tentara Arab pada perang tahun 1948 itu.

Salah satu perwira Saudi bernama Ali Kurdi menceritakan, “Aku menulis surat kepada ayahku di bulan Ramadhan, kami akan melaksanakan Idul Fitri di Tel Aviv. Kami menang, Yahudi tidak dapat mengalahkan kami. Mereka tidak punya tentara yang terorganisir. Mereka hanya geng-geng ekstrimis yang disebut ‘Haganah’.”

Tentara resmi Saudi yang dikirim ke Palestina sekitar 3.200 orang. Mereka dikirim setelah proklamasi kemerdekaan Israel.

Mufti Palestina mengirim utusan khusus menemui raja Abdulaziz yang segera disanggupi. Hanya butuh 1 hari menyiapkan pasukan, lalu siap diberangkatkan. Tgl 21 Mei 1948, pasukan Saudi meninggalkan Taif menuju Jeddah.

Dari sana, menyeberang ke Kairo. Selain tentara, rakyat Saudi yang menjadi sukarelawan juga tidak sedikit. Mereka ini ada yang naik kapal laut, ada juga lewat darat.

Tiga bulan bertempur, Yahudi terdesak. Kekalahan hanya soal waktu. Di saat itulah PBB mengintervensi dan mengumumkan gencatan senjata selama 1 bulan.

Tentara Saudi saat itu di bawah komando Mesir. Ketika Mesir menerima gencatan senjata itu, Mereka pun patuh.

Namun gencatan senjata tersebut dimanfaatkan negara-negara luar memasok senjata dan paramiliter secara besar-besaran.

Mereka melanggar gencatan senjata dengan menyerang wilayah-wilayah batas. Inilah awal kekalahan tentara Arab. Bulan februari, Mesir menerima perdamaian.

Tentara Saudi, sebagai konsekwensi perjanjian Mesir, menarik diri dari wilayah Palestina. Mereka tinggal hingga setahun sesuai perintah Mesir untuk berjaga-jaga.

Setelah itu, mereka pun pulang dengan kepala tegak. Mereka disambut seluruh rakyat Saudi sebagai pahlawan. Kepahlawanan dan keberanian tentara Saudi di Palestina dipuji semua negara Arab.

Yang tidak kalah penting, kepatuhan terhadap pimpinan operasi meski mrk tidak setuju.

Selama perang, tentara Saudi mengajak bersatu dan menghimbau agar tidak menaikkan bendera masing-masing negara. Karena hal tersebut mengakibatkan pecahnya persatuan.

Salah satu isu dalam perang ini adalah adanya persaingan beberapa negara terhadap Palestina.

Angka-angka dan nama-nama lebih detil disajikan dalam buku “al-Jaisy as-Su’udi fi Harb Filistin 1948” oleh Muhammad bin Nashir al-Basir al-Asmari.

Penulis mengumpulkan data dari berbagai dokumentasi, koran-koran, serta wawancara, di berbagai negara. Meski jatuh korban yang tidak sedikit khususnya mujahidin sukarelawan, mereka sudah membuktikan pembelaan terhadap Palestina BUKAN hanya KATA-KATA…

*) Tulisan Ibnu Rajab

Tonton juga respon Saudi terhadap tuduhan Erdogan:

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait