Pembatasan Haji, WHO Hingga Ulama Dunia Mendukung

  • 7 Juli 2020
  • 755 views
Pembatasan Haji, WHO Hingga Ulama Dunia Mendukung

Tulisan DW Indonesia berjudul “Pembatasan Haji: Frustrasi bagi Jemaah dan Kesulitan Ekonomi Arab Saudi,” tidak berbeda dari lebih opini media seperti biasa; mengajak pembaca agar menilai negatif Saudi.

Menurut DW, keputusan Saudi terkait haji yang dibatasi tahun ini, “membuat jutaaan jemaah frustrasi.” Padahal DW hanya mengutip beberapa orang dari jemaah haji yang batal berangkat.

Dapat dipastikan, mayoritas calon jemaah haji yang batal menunaikan haji tahun ini lebih banyak bersabar dan memahami kondisi pandemi daripada “frustasi.” Pemilihan kata tersebut seakan umat Islam tidak mengenal sifat sabar.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) sendiri mendukung keputusan Saudi, demi menjaga kesehatan dan keselamatan jemaah haji. Tidak sedikit negara di dunia menyampaikan hal yang sama, termasuk ulama dunia pun mengungkapkan hal serupa.

Bagai Kota Mati Setelah Pembatalan Haji
Subjudul di DW ini dijelaskan dengan lembah luas yang biasanya tertutup tenda di Mina dan hotel-hotel mewah menjulang di sekitar Masjidil Haram kini tidak beroperasi.

Padahal, sehari-hari di wilayah Mina sebagaimana juga Arafah, tidak ada warga penduduk yang tinggal di kawasan tersebut. Jadi, “kota mati” Mina dan Arafah memang pemandangan sehari-hari, bukan karena haji dibatalkan.

Adapun hotel, minimal bintang 4, kini menjadi lokasi “karantina sehat” bagi orang dalam pantauan (ODP). Semua biaya tinggal dan makan sehari-hari serta pengawasan dari tim medis dibiayai sepenuhnya oleh Kerajaan Arab Saudi.

Kehilangan Mata Pencaharian
Tidak disangkal bahwa pandemi global memang menghilangkan mata pencaharian. Tetapi perlu dicatat, ini terjadi di seluruh dunia, bukan hanya di lokasi manasik haji saja.

Direktur Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva, sudah menyatakan sejak awal, bahwa krisis yang dipicu pandemi Corona merupakan yang terburuk sejak Great Depression yang melanda dunia pada tahun 1929.

Hal ini menunjukkan bahwa 170 negara di seluruh dunia akan terdampak pada tahun ini.

Jika diproyeksikan kontraksi sekitar 6,8% untuk ekonomi Arab Saudi tahun ini, maka di Jerman, yang memiliki ekonomi terkuat di Eropa, jumlah pengangguran meningkat 13,2 persen pada April lalu, terbesar sejak tahun 1991, sebagaimana laporan Badan Tenaga Kerja Federal.

BACA: Kebijakan Saudi Menghadapi Krisis, Mengambil Bahaya Yang Lebih Ringan: Kebijakan Ekonomi Arab Saudi Menghadapi Krisi Pandemi.

“Visi 2030”
Menurut antropolog McLoughlin yang dikutip DW, penutupan umrah dan haji menjadi pukulan keras bagi Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS).

Padahal, target 30 juta jemaah haji dan umrah bukan pada 2020 ini, tetapi sampai 2030, sebagaimana visi Saudi 2030.

Prediksi miring tersebut wajar, karena diakui DW mengutip berita dari Middle East Eye (MME).

MME merupakan media yang berbasis di London, didanai Jamal Bassasso dan Anas Mekdad, imigran pengusaha palestina yang merupakan anggota al-Islah, sebuah sayap organisasi IM di UAE. Wajar media tersebut tidak pernah sepi mendiskreditkan Saudi.

Diversifikasi ekonomi yang dicanangkan Saudi, sudah tampak rencananya. Mulai dari IPO Aramco hingga pembelian puluhan perusahaan raksasa dunia.

BACA: Coronavirus: PIF Arab Saudi Borong Saham di Boeing, Citi, Disney, Facebook

Artikel DW di atas, meski dipublikasikan tanggal 07.07.2020, kemudian dibagikan di FP-nya 6 jam yang lalu saat tanggapan ini ditulis, tetapi kalimat di subjudul berikutnya tampak tidak aktual.

Ditulis, “di tengah tuntutan ekonomi, hingga kini belum jelas kapan pihak berwenang akan membuka kembali kegiatan ibadah haji.”

Kalimat di atas menunjukkan artikel terjemahan dari penulis Tom Allinson tersebut, tidak diperbarui dengan cermat oleh redaksi DW.

Meskipun tulisan lawas, jika dipublikasikan hari ini (7 Juli 2020), idealnya diedit bagian yang tidak up to date, seperti di atas.

Lantas tiba-tiba loncat mengkritisi insiden terowongan Mina tahun 2015, mengutip komentar seorang McLoughlin, entah apakah dia pernah berhaji atau bukan seorang muslim.[]

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait