Tim Penilai Gabungan Bantah Tuduhan Pelanggaran Serangan di Yaman

  • 9 Juli 2020
  • 671 views
Tim Penilai Gabungan Bantah Tuduhan Pelanggaran Serangan di Yaman

The Joint Incidents Assessment Team (JIAT) Koalisi Arab untuk Mengembalikan Legitimasi di Yaman pada hari Rabu (9/7) kemarin, membantah sejumlah klaim yang dituduhkan oleh badan-badan global, organisasi internasional dan media tentang dugaan kesalahan yang dilakukan oleh pasukan selama operasi militer mereka di Yaman.

Dalam konferensi pers yang diadakan di the Armed Forces Officer’s Club di Riyadh, juru bicara resmi JIAT, Mansour Al-Mansour, merilis laporan penilaian dari investigasi yang dilakukan dalam empat insiden spesifik.

Bantah Serangan di Zabid, Hodeidah
Berkenaan dengan klaim bahwa kendaraan militer milisi bersenjata Houtsi menjadi sasaran di depan sebuah restoran di kantor Zabid, di kantor Gubernur Hodeidah pada 3 Januari 2018.

Dalam insiden tersebut, melukai dan menewaskan delapan warga sipil dalam serangan udara yang dilakukan oleh serangan udara yang dilakukan oleh pasukan koalisi.

Setelah meninjau semua dokumen dan menilai semua bukti, JIAT menemukan bahwa pada tanggal tersebut, pasukan koalisi tidak melakukan misi udara di Direktorat Zabid di wilayah Hodeidah.

Target militer terdekat yang menjadi sasaran pasukan koalisi pada tanggal tersebut di Al-Khokhah di wilayah Hodeidah, sekitar 41 km dari Direktorat Zabid.

Tolak Serang Pasar Mothalath Ahim
Menanggapi klaim serangan terhadap pasar Mothalath Ahim di Kegubernuran Haji pada 4 Juli 2015 yang diviralkan banyak orang, termasuk rilis Human Rights Watch (HRW), pada November 2015, bahwa pasukan koalisi membom pasar, menghancurkan setidaknya 6 bangunan, termasuk gedung 4 lantai, perumahan, restoran Sanaa, toko, hotel, truk air, dan mobil yang diparkir di depan gedung.

Serangan udara di Mothalath Ahim diduga telah menewaskan 65 warga sipil dan melukai 105 orang lainnya, sebagaimana laporan HRW.

JIAT meninjau semua dokumen, termasuk prosedur dan aturan serangan, jadwal misi harian, laporan setelah misi, rekaman video misi, gambar satelit, wawancara dan mendengar pernyataan dari mereka yang terkait dan menilai bukti yang tersedia.

JIAT memastikan bahwa Mothalath Ahim bukanlah pasar, tetapi lokasi yang berjarak 16 km dari perbatasan wilayah Arab Saudi. Di lokasi tersebut didapati operasi militer gabungan milisi pemberontak Houtsi dan pasukan mantan presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh.

Tempat tersebut menjadi pusat pertemuan untuk memperkuat pasukan, guna menyerang wilayah perbatasan Saudi. Di waktu yang sama, pemberontak Houtsi memaksa warga sipil di daerah tersebut mengungsi ke daerah lain.

Laporan membuktikan bahwa serangan tersebut tepat menargetkan fasilitas penyimpanan rudal balistik di lokasi semi-terisolasi, yaitu pusat pertemuan antara milisi pemberontak Houtsi dan pasukan mantan presiden Ali.

Adapun kendaraan yang terdapat di lokasi merupakan kendaraan militer. Maka serangan tersebut tepat sebagai target militer yang sah, berdasarkan Konvensi Jenewa.

Pasukan koalisi telah mengambil semua tindakan pencegahan dengan mempelajari dan mendefinisikan lingkungan target, menggunakan peluru kendali untuk meminimalkan kerusakan, sesuai tujuan yang diinginkan dari operasi militer, dan dilakukan sesuai dengan hukum humaniter internasional yang berlaku.

Bantah Serangan ke Perumahan Penduduk
Berkenaan pernyataan Koordinator Penduduk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Koordinator Kemanusiaan di Yaman pada 11 Maret 2019, tentang serangan terhadap perumahan di Direktorat Kushar yang diduga menewaskan 22 orang, termasuk 12 anak-anak dan 10 wanita.

JIAT memastikan bahwa pada 9 Maret 2019, pemberontak Houtsi telah menyerbu Jabal Tala di Direktorat Kushar, mengerahkan pasukan milisi mereka untuk menguasainya, sehingga mengakibatkan bentrokan langsung dengan suku-suku yang setia kepada pemerintah yang sah.

Suku-suku tersebut mendapat dukungan pasukan koalisi melalui udara. Salah satu unit pasukan koalisi mendeteksi sebuah kendaraan yang membawa milisi pemberontak Houtsi.

Kendaraan tersebut masuk ke sebuah bangunan di Jabal Talan, sehingga tepat dianggap sebagai target militer yang sah. Sehingga tidak salah sebagai misi militer bukan dan tidak mengincar bangunan yang didiami penduduk sipil.

Insiden di Hajjah
Kasus keempat yang diklaim sebuah rumah menjadi sasaran serangan koalaisi di Direktorat Midi, Wilayah Hajjah pada 22 April 2018.

JIAT menyelidiki insiden tersebut, menemukan bahwa di daerah tersebut didapati pertemuan milisi pemberontak Houtsi dan didapati lokasi peluncuran rudal balistik.

Kemudian pasukan koalisi melakukan serangan udara terhadap dua target tersebut. Dari hasil investigasi, JIAT memastikan bahwa pasukan koalisi tidak menargetkan rumah sipil di Direktorat Midi seperti yang dituduhkan. SG

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait