Berbagi Nomor PIN Kartu Debit di Arab Saudi

  • 13 Juli 2020
  • 849 views
Berbagi Nomor PIN Kartu Debit di Arab Saudi

Pandemi COVID 19, telah merubah pola perilaku dalam berbelanja. Salah satunya adalah penggunaan debit card saat berbelanja meski di warung-warung kecil sekalipun (baqolah).

Ada hal unik dan sudah menjadi kebiasaan banyak orang yang tinggal di Saudi ketika berbelanja, yaitu ketika kasir mempersilahkan untuk mengetik nomor PIN (Nomor Identifikasi Pribadi) kartu debit saat pembayaran.

Maka dengan enteng tanpa ada rasa khawatir sedikitpun, banyak pembeli yang saya temukan dengan suara keras menyebut sederet no PIN mereka. Hingga pembeli lainpun mendengarnya.

Pertama kali saya dulu mendengarnya sempat kaget, tapi lama-lama menjadi biasa, bahkan terkadang saya sendiri ikut melakukannya. Dan memang tidak ada rasa khawatir sedikitpun.

Bahkan semakin banyak saya temukan di musim pandemi saat ini.

Cerita lain tentang berbagi no PIN kartu debit. Satu kali waktu, pernah saat saya hendak mengambil uang di ATM, tiba-tiba ada seorang kakek minta tolong untuk dibantu transfer uang.

Sempat diam sejenak teringat banyak kasus “gendam” dengan modus seperti ini di Indonesia. Tetapi saya segera sadar bahwa saat itu saya tidak sedang di Indonesia.

Saya persilahkan sang kakek mengetik sendiri no PIN kartu ATMnya. Tapi sang kakek enggan, kemudian dengan suara keras menyebut no pin kartu ATMnya dan meminta saya mengetiknya. Saya pun membantunya hingga selesai transaksi.

Pada waktu yang lain, saya pernah merasa ketinggalan ATM debit card, saat belanja di supermarket di dekat apartmen tempat kami tinggal. Dengan segera setelah mengantar belanjaan, saya kembali ke kasir dan bertanya tentang ATM saya.

Oleh pihak kasir, saya diminta mendatangi pihak customer service (CS), dan betapa kagetnya saat pihak CS menunjukan 3 tumpuk ATM pembeli yang tertinggal.

Bahkan kata dia “hadzihi mi zamaan, sanatain ziyadah…” (ini sudah lama, bahkan ada yang 2 tahun lebih).

Seketika saya membayangkan jika kartu-kartu tersebut jatuh ke pihak yang tidak bertanggung jawab. Dan lagi-lagi saya segera sadar bahwa saya bukan sedang di Indonesia, tetapi di Saudi Arabia.

Lagi-lagi negeri yang katanya “kadrun” ini bikin geleng-geleng kepala.

MasyaAllah

Madinah, 20 Dzul Qodah 1441
Ditulis menjelang tidur, Aboe Fatih Al Anshari, diambil dari FP Pustaka Sunnah.

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait