Foto Model Seksi, Difoto di Saudi atau Yordania?

  • 14 Juli 2020
  • 3,962 views
Foto Model Seksi, Difoto di Saudi atau Yordania?

Ini terjadi di daerah yang termasuk kota Nabi, tidak lebih dari 300 kilometer jauhnya dari kota Madinah al-Munawwarah. Inilah Arab Saudi baru, sampai mana dengan kiblat muslimin ini?

Di atas adalah cuitan Eman Ayad, seorang anchor stasiun televisi Al-Jazeera, yang berpusat di Doha Qatar. Dia menanggapi aksi pemotretan model Vogue Arabia, yang diklaim dilakukan di Al-Ulya, salah satu destinasi wisata, utara Arab Saudi.

Cuitan di twitter tersebut disahut netizen Saudi, di antara balasan yang mengena: “Agama Kristen Anda tidak ada sangkut pautnya dengan Rasulullah atau makamnya, sehingga komentar Anda tidak lebih sebuah fakta bahwa itu adalah propagada media murahan Al-Jazeera.”

Tidak cukup di situ, netizen “menyerang balik” anchor Eman Ayad, dengan menyinggung dan mengunggah kembali foto-foto syur-nya saat mandi di sauna “Jacuzzi.” Netizen ingin menunjukkan bahwa dia yang terbiasa “buka-bukaan,” kini mempermasalahkan hal yang biasa dia lakukan dan mengarahkan ke kota suci Madinah al-Munawwarah.

Kabar tentang pemotretan model majalah tersebut awal kali dipublikasikan di official web Vogue Arabia. Tidak berapa lama, media Inggris dan Timteng, serta portal media online dunia, termasuk di Indonesia ramai menerjemahkannya.

Vogue mengaku mengambil foto-foto modelnya dengan pakaian mini tersebut dalam hamlah musim gugur dan musim dingin tahun 2020. Berarti dilakukan beberapa bulan lalu, mengingat sejak awal Mei, cuaca sudah mulai panas di Arab Saudi.

Netizen Saudi mempertanyakan kebenaran lokasi yang diambil, apakah benar di Al-Ulya atau di Petra Jordan? Banyak yang menduga lokasi tersebut adalah di Petra Jordan, bukan Al-Ulya Saudi.

Alasannya mudah, tidak ada petunjuk bahwa itu dilakukan di bagian utara Provinsi Madinah. Beberapa akun di media sosial seperti @luluassaaf membuktikan bahwa lokasi pemotretan di Petra Yordania.

Begitu juga Munassar Al-Suroor, yang bekerja di Media TV Production and Broadcasting and Integration, dia menunjukkan bukti pemotretan yang serupa dilakukan di Petra, Jordan. Dengan bernada tanya menyindir, hadzi wain? (Ini dimana?):

Selain itu, kasus serupa kerap terjadi. Seperti foto sepasang laki-laki dan perempuan yang berpose mesra dengan latar belakang gurun dan pegunungan batu, diklaim juga di Al-Ulya. Padahal, diakui pemilik fotonya, pose tersebut diambil di Petra, lokasi wisata di Jordan, yang memiliki kesamaan kontur tanah dan pegunungan batunya.

Yang terpenting lagi, Arab Saudi tidak mengizinkan kegiatan seperti pemotretan model seperti yang dituduhkan di atas. Ini termuat dalam eVisa Terms and Conditions.

Di di pasal 8.2, disebutkan: “Masuknya Anda ke Arab Saudi tidak boleh melanggar keamanan dan ketahanan nasional Arab Saudi. Anda tidak boleh memasuki Arab Saudi dengan niat melakukan tindakan apa pun atau menyebabkan tindakan apa pun yang tidak sesuai dengan hukum Syariah atau prinsip-prinsip hukum atau moral yang berlaku di Arab Saudi.”

Dr. Al said Mansur, Peneliti dalam Bidang Politik, mengkritisi: “foto-foto itu ada di Petra, di Yordania, tetapi karena kehilangan profesionalisme dan kebencian buta, orang sering terjatuh ke dalam kejahatan karena perbuatan mereka.”

Bukan perkara yang baru Saudi diserang media seperti isu di atas. Tetapi tidak satupun terbukti dan berpengaruh sedikitpun terhadap Arab Saudi. Motif politik, perbedaan pandangan agama dan kecemburuan ekonomi, di antara alasan mengapa fitnah ini selalu akan terus muncul.

Simak penuturan jurnalis Abdusalam yang membongkar kedok Al-Jazeera, media yang kerap menjadi pionir dan sumber fitnah terhadap Arab Saudi:

Ditulis oleh: News Admin