Khutbah Jum’at di Haramaian Ingatkan Kedatangan 10 Hari Paling Mulia di Dunia

  • 17 Juli 2020
  • 757 views
Khutbah Jum’at di Haramaian Ingatkan Kedatangan 10 Hari Paling Mulia di Dunia

Imam dan Khatib Shalat Jum’at di Masjid Nabawi, Syaikh Dr. Hussein bin Abdulaziz Al-Sheikh dalam khotbah Jumatnya (17/7) tadi menyeru kepada kaum muslimin agar melakukan ‘perniagaan’ bersama Allah Ta’ala.

Utamanya, di waktu yang spesial, yaitu dalam sepuluh hari Dzuhijjah, untuk mencari kemakmuran, kebaikan dan kebenaran, dengan memperbanyak amal baik, karena di dalamnya terdapat balasan ganjaran pahala yang sangat besar.

Beliau berkata; “Dari waktu yang memliiki fadhilah, yaitu 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah. Orang-orang yang diberi taufiq dan berbahagia, yaitu yang menyegarakan dan berlomba-lomba untuk melakukan berbagai macam ketaatan dan amal sholeh.”

Allah Ta’ala berfirman: “Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan…” (Qs. Al Hajj: 28).

Itulah 10 hari, sebagaimana yang dikatakan para sahabat radhiyallahu ‘anhum, Allah telah bersumpah karena kemuliaan dan keagungannya, “Demi Fajar dan malam yang sepuluh.” Sepuluh malam tersebut adalah 10 hari di awal bulan Dzulhijjah.

Syaikh Hussein menambahkan: “Wahai orang yang berharap menjadi pemenang dan mencari kebaikan serta kebenaran, berniagalah dengan Rabb kalian dengan amal shaleh, jangan lewatkan hari-hari mulia ini, tetapi manfaatkanlah mereka dan mulailah melakukan perbuatan baik di dalamnya.”

“Di dalamnya terdapat ganjaran pahala yang besar, kesempatan yang tidak akan terulang kembali, maka manfaatkanlah wahai kaum muslimin, untuk mendekatkan diri kepada Allah, untuk menambah kebaikan dan menghapus dosa-dosa.”

Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada hari yang amal shalih lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari yang sepuluh ini (10 awal Dzulhijjah –pen).” Maka perbanyak di dalamnya tahlil dan takbir dan tahmid.

Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hari-hari terbaik di dunia adalah hari-hari di sepuluh hari.” Oleh karena itu, generasi terdahulu dari umat ini, lebih bersungguh-sungguh dalam beramal sholeh, karena mereka tahu atas kemuliannya.

Dalam khutbahnya, beliau juga mengingatkan bahwa amal sholeh tidak terbatas kepada satu jenis saja. Tetapi itu merupakan kata yang umum yang dekat dan diturunkan dalam syari’ah.

Di antaranya adalah amal badan, seperti shalat, shaum, haji, berkurban, membaca Al-Quran, memperbanyak dzikir, dan shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Amal sholeh juga meliputi perbuatan yang bermanfaat bagi kaum muslimin, seperti sedekah, berbuat baik kepada manusia, memenuhi kebutuhan mereka, memasukkan kegembiraan ke dalam hati mereka, atau mempermudah kesulitan.

Sementara khutbah Jum’at di Masjidil Haram Makkah disampaikan oleh Syaikh Usama Khayyat dengan tema yang sama:

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait